Taj Yasin Acungi Jempol Ponpes yang “Ungsikan” Santri Demi Protokol Kesehatan

0
93

GROBOGAN – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengacungi jempol penerapan protokol kesehatan penyebaran covid-19 di Pondok Pesantren Assalafi Miftahul Huda Ngroto, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.

Mulai dari cek kesehatan secara rutin hingga “mengungsikan” santri ke gedung atau fasilitas umum di sekitar ponpes, sebagai upaya mencegah penularan virus Corona.

“Penerapan protokol kesehatan yang ketat di ponpes ini harus diinformasikan kepada masyarakat luas. Sehingga masyarakat di luar ponpes juga mengikuti apa yang diperintahkan kiai kepada para santri tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi,” ujar Taj Yasin saat mengunjungi pesantren itu, Kamis (24/9/2020).

Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin berharap, keberadaan ribuan ponpes yang tersebar di Jateng menjadi garda terdepan sekaligus panutan bagi masyarakat umum dalam penanganan covid-19. Hal itu sudah dibuktikan saat awal masa pandemi covid-19 ponpes-ponpes di Jateng mengajukan pelaksanaan ujian kemudian memulangkan santri ke rumah masing-masing secara bertahap sesuai protokol kesehatan.

“Saat kembali ke ponpes, kedatangan para santri juga diatur secara bergelombang atau tidak serentak. Setelah sampai ponpes dikunci, penghuni pesatren diwajibkan disiplin melaksanakan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan, peran kiai dan santri sangat penting dalam penegakkan protokol kesehatan. Terlebih kasus kematian akibat covid-19 kian meningkat, namun tidak sedikit masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan. Banyak warga yang seenaknya pergi ke pusat-pusat keramaian, berkerumun, dan tidak memakai masker saat berkumpul dan beraktivitas di luar maupun dalam ruangan.

Pengurus Ponpes Assalafi Miftahul Huda, Yudo Sulistyo menjelaskan, pengasuh memberlakukan sangat ketat penegakkan protokol kesehatan di lingkungan ponpes. Sekitar 1.400 santri yang berasal dari berbagai daerah kepulangan dan kedatangan santri dilakukan secara bergelombang. Selain itu kegiatan belajar dilaksanakan dengan menjaga jarak, memakai masker, dan menyediakan fasilitas cuci tangan.

Selain itu, untuk menerapkan peraturan menjaga jarak dan tidak berkerumun, sebagian santri putri memanfaatkan gedung SMK yang ada di dekat pesantren untuk asrama. Pihak ponpes juga memperketat kunjungan wali santri, santri di ponpes dilarang berinteraksi dengan warga di luar ponpes, serta mengecek kesehatan santri secara rutin.

“Wali santri mendesak kami agar kegiatan belajar di ponpes segera dimulai. Kemudian kami kembali melaksanakan kegiatan di ponpes dengan kebiasaan baru. Syaratnya antara lain santri wajib melampirkan surat sehat atau bebas covid-19, setelah tiba di ponpes harus menjalani karantina 14 hari, dan aturan lain yang harus dikerjakan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, putra ulama kharismatik almarhum KH Maimoen Zubair itu juga menyerahkan bantuan dari Pemprov Jateng berupa face shield, hand sanitizer, dan vitamin untuk santri di ponpes itu dan Ponpes Sirojuth Tholibin Brabo Tanggungharjo Grobogan. (RS)