Taiwan : Revitalisasi Ekonomi Menjadi Prioritas Utama Saat ini

0
463

Inapos, Jakarta.- Indonesia dinilai sebagai kekuatan ekonomi penting di Asia Tenggara, dengan populasi penduduknya yang mewakili 40 persen dari total populasi negara-negara ASEAN. Indonesia juga didukung sumber daya alam yang melimpah.

Struktur sosial Indonesia yang besar berupa potensi pasar, serta tersedianya tenaga kerja terampil dalam jumlah besar menjadi magnet investor asing menanamkan modalnya, termasuk dari Taiwan.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, sampai kuartal I 2017, sebanyak 60 persen dari seluruh investasi di Indonesia merupakan penanaman modal asing yang jumlahnya mencapai 7,3 miliar dolar AS.

Sampai kuartal III 2017, realisasi investasi Taiwan di Indonesia mencapai 41,3 juta dolar AS di 99 proyek (data BKPM). Sementara data year to date September 2017 mencatat sebesar 336 juta dolar AS.

BKPM mengidentifikasi minat investasi Taiwan senilai 3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 41,7 triliun berada di sektor industri petrokimia, baja, dan perkapalan.

Hal ini sejalan dengan fokus pengembangan ekonomi pemerintah dalam Paket Kebijakan Ekonomi ke-15 yang difokuskan pada pengembangan industri logistik nasional.

“Taiwan ada di peringkat 13 investasi asing, tapi pertumbuhannya cukup besar, data FDI kita dari 2015-2016 turun, tapi Taiwan naik paling cepat tahun ini,” ujar Adian Taloputra, Chief Economist Standard Chartered Bank Indonesia di acara Taiwan Investment Forum di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (08/11/17).

Hingga saat ini, pemerintah terus memacu peningkatan arus investasi dari Taiwan ke Indonesia. Dalam konteks kebijakan investasi, keterbukaan menjadi semangat utama dalam kebijakan ekonomi Indonesia di mana investasi ke Indonesia telah menjadi pola tersendiri bagi investasi Taiwan ke luar negeri.

Hal ini sejalan dengan kebijakan New Southbound Policy yang menjadi garis kebijakan luar negeri utama Pemerintah Taiwan saat ini.

Pemerintah Taiwan menegaskan revitalisasi ekonomi menjadi prioritas utama saat ini.

Ada empat fokus utama pada pelaksanaan New Southbound Policy antara lain ekonomi dan kerjasama perdagangan, pertukaran bakat, berbagai sumber daya, dan konektivitas regional.

Kebijakan ini juga menawarkan sejumlah kerjasama di beberapa bidang, seperti teknologi, kesehatan, agrikultur, dan bidang lainnya, terutama untuk meningkatkan hubungan bilateral dan multilateral dengan ASEAN, yang menjadi pasar terbesar kedua Taiwan untuk pasar ekspor dan tujuan investasi. (Elwan)