Tahap Pertama 878 Orang Nakes Bakal Divaksin Lawan Covid-19

0
15

INAPOS, BUTUR РDinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buton Utara (Butur) menyebutkan Kurang lebih 878 Orang Tenaga Kesehatan (Nakes) bakal mendapatkan vaksinasi tahap pertama Covid-19. Vaksin Sinovac diberikan untuk meningkatkan imunitas tubuh melawan virus corona.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Muh. Darlan mengatakan jumlah tersebut terdiri dari beberapa wilayah kerja yakni Dinkes sebanyak 90 orang, RSUD Butur 190 orang Puskesmas (PKM) Bonegunu 35 Orang, PKM Kioko 50 orang, PKM Kambowa 58 orang, PKM Wakorumba Utara (Wakorut) 65 orang, PKM Labaraga 65 orang, PKM Kulisusu 114 orang, PKM Rombo 57 orang, PKM Lambale 54 orang, PKM Waode Buri 74 Orang, PKM Lakansai 26 orang,”Kata Darlan saat ditemui diruang kerjanya.

Menurutnya sosialisasi penggunaan vaksin perlu dilaksanakan sebelum disuntikkan ke tenaga kesehatan. Vaksin sinovac memiliki beberapa efek samping berbeda dengan vaksin campak dan vaksin lainnya.

“Sosialisasi hendaknya dilakukan sebelum penyuntikan. Tahap pertama semua tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan pengendalian covid-19 harus siap menerima vaksin untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Bila tenaga kesehatan terpapar covid-19 lalu siapa yang akan mengobati masyarakat,”kata Darlan.

Jubir Gugus tugas percepatan penanganan dan pengendalian covid-19 butur, dr Ali Badar menambahkan, tenaga kesehatan sebagai lembaga profesi bergerak dalam bidang pengendalian dan pencegahan penyakit. Harus siap disuntikkan vaksin sinovac bilamana telah melalui uji klinis dari BPOM dan mendapat izin dari WHO (Badan Kesehatan Dunia).

Dirinya menghimbau paramedis agar tidak takut menerima suntikan vaksin covid-19. Tidak ada alasan bagi tenaga kesehatan karena vaksin sinovac telah diuji oleh pakar kesehatan dan mendapat izin dari BPOM untuk diberikan ke masyarakat.

“Kalau bukan vaksin lalu apalagi ikhtiar kita untuk melawan dan menekan penyebaran covid-19 ditengah masyarakat. Akan sangat beresiko bila tenaga kesehatan tidak divaksin. Angka penyebaran virus pasti meningkat bila vaksin ditolak oleh masyarakat terlebih lagi tenaga kesehatan,”pungkasnya.(Ma)