Sunat Anggaran BPJS, PKM Makian Barat di Palang

0
416

HALSEL – Kepala Puskesmas Kecamatan Makian Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Harjan Usman dan bendahara Puskesmas Hajir diduga sunat anggaran pelayanan kesehatan BPJS untuk tenaga medis. Pasalnya, selama Bulan Juni 2017 sampai bulan Juli 2018 anggaran tersebut tak kunjung diberikan.

Akibat ulang mereka berdua akhirnya tenaga medis mengambil tindakan dengan cara palang puskesmas serta mengancam tidak memberikan pelayanan selama anggaran BPJS belum diberikan.

” Torang tidak akan buat pelayanan jika Kepala Puskesmas dan bendahara Puskesmas belum membayar anggaran BPJS selama satu tahun terakhir yakni terhitung bulan Juni 2017 sampai pada bulan Juli 2018, ” Ujar beberapa pegawai PKM yang enggan namanya publis kepada media ini Selasa (24/07/2018).

Menurut mereka, besaran untuk anggaran BPJS senilai Rp. 7.000,000 ini dihitung per triwulan atau tiga bulan sekali. Jika dihitung mulai dari bulan Juni 2017 hingga bulan Juli 2018 maka total anggaran BPJS yang disunat oleh Kapus dan bendahara sebesar Rp. 28.000,000 (28 juta)

Pegawai Puskesmas juga mengatakan alasan Kapus dan bendahara tidak memberikan anggaran BPJS lantaran akan dibuatkan batik PDH untuk tenaga medis. Akan tetapi hingga saat ini anggaran tersebut tidak digunakan pembuatan batik PDH.

” Sesuai pernyataan Kapus, anggaran tersebut akan dibuatkan batik PDH untuk semua tenaga medis PKM Makian Barat. Tetapi hingga saat ini ketika ditelusuri anggaran BPJS tersebut tidak digunakan pembuatan seragam PDH. Ada apa sebenarnya jangan sampai ada persekongkolan yang dilakukan Kapus dengan bendahara, ” Kesalnya.

Kami akan melaporkan persoalan ini kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Halsel untuk memanggil Kapus dan bendahara untuk dimintai klarifikasi sebab anggaran tersebut tidak diberikan kepada tenaga medis.

Sementara Kapus dan Bendahara ketika di konfirmasi tidak direspon sehingga berita ini dimuat. (amin)