Solidaritas 212 : Buni Yani Tidak Bersalah, Segera Bebaskan

0
177

Inapos, Jakarta.- Aliansi masyarakat yang mengatasnamakan Solidaritas Alumni 212 menggelar aksi bertajuk ‘Save Buni Yani’ di gedung Komisi Yudisial (KY). Mereka menuntut KY untuk mendukung majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung membebaskan Buni Yani.

Aksi ini diikuti puluhan orang dari perwakilan Aliansi Gelora Bung Karno, KAPPI, Solidaritas Alumni 212 dan PMBR, Kamis (09/11/17).

Peserta aksi juga membawa spanduk besar berukuran 3×1,5 meter. Spanduk ini bergambar mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di sebelah kiri dan Buni Yani di sebelah kanan. Terdapat tulisan besar di spanduk yang berbunyi ‘Ahok terbukti bersalah. Hakim jujur dan adil. Buni Yani pasti bebas. Komisi Yudisial Republik Indonesia’.

Para peserta aksi diterima oleh Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi, Jaja Ahmad Jayus. Mereka kemudian menyampaikan tuntutannya kepada Jaja.

Koordinator aksi, Agus Chairudin, mengatakan, pihaknya meminta KY untuk mendukung majelis hakim memutus Buni Yani tidak bersalah. Menurutnya putusan majelis hakim PN Jakarta Selatan yang memvonis Ahok 2 tahun penjara dapat menjadi dasar agar Buni Yani dibebaskan dari jeratan hukum.

“Kami meminta KY untuk mendukung majelis hakim menggunakan wewenang keputusan ultrapetitum. Jadi dasar dari sidang putusan Ahok yang sudah terpidana bahwa secara yurisprudensi ini Buni Yani harus bebas demi hukum, batal demi hukum itu tuntutannya. Karena memang terbukti di fakta persidangan Ahok, sudah terbukti bahwa bukan karena video yang Buni Yani share,” ujar Chairudin.

Usai mendengarkan keluhan tersebut, Jaja mengatakan, KY berharap hakim yang menyidangkan kasus Buni Yani akan bertindak adil. Jika ada keluhan mengenai hakim yang bertindak tidak profesional, dia meminta semua pihak untuk tak segan melapor ke KY.

“Mudah-mudahan hakim berani, obyektif dan profesional. Kalau ada pelanggaran kode etik, jika tidak terlihat pada kita, sampaikan pada kita,” tuturnya.

Seperti diketahui, saat ini Buni Yani terjerat kasus dugaan pelanggaran UU ITE atas postingannya di Facebook terkait potongan video Ahok yang dianggap menistakan agama. Kasus Buni Yani sedang berjalan di Pengadilan Negeri Bandung dan akan divonis pada 14 November mendatang. (Elwan)


Komentar Anda?