Soal Kenaikan Tarif, Dirut PDAM : Sudah Sesuai Aturan

0
219

KOTA CIREBON.- Terkait tudingan DPRD Kota Cirebon soal kenaikan tarif (reklasifikasi) air PDAM secara sepihak. Direktur PDAM Tirta Giri Nata Sopyan Satari angkat bicara.

Menurutnya dia, pihaknya sudah mengikuti peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2016 Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum dan peraturan Daerah Kota Cirebon Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pelayanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Giri Nata.

Tak hanya itu, adanya Peraturan Wali Kota Cirebon Nomor 4 Tahun 2018 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon. Keputusan Wali Kota Cirebon nomor 539/Kep.126-Adm.Perek/2018 tentang Penetapan Besaran Pendapatan Air Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon.

Serta Keputusan Direksi Perusahaan Daerah Air Minum Kota Cirebon nomor 690/Kep.36PDAM/2014 tentang Pengelompokan Kembali Klasifikasi Pelanggan Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum Kota Cirebon.

“Pengelompokan klasifikasi pelanggan merupakan ketentuan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon yang pada prinsipnya adalah menyesuaikan golongan tarif pelanggan yang didasarkan pada luas bangunan, iimgsi bangunan dan kondisi sosial ekonomi pelanggan,” jelas Opang sapaan akrabnya usai talk show di RRI Cirebon, Jl. Brigjen Darsono By Pass, Selasa (26/11/19).

Selain itu, tujuannya untuk memenuhi prinsip keadilan kepada pelanggan dan pengendalian penggunaan air.

“Diberlakukannya kelas tarif yang sesuai dengan kondisi terkini luas bangunan dan fungsi bangunan pelanggan, diharapkan pelanggan akan lebih menghemat pemakaian air,” paparnya.

Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon melakukan penyesuaian atau reklasiflkasi pelanggan pada Bulan Oktober 2019.

Hal tersebut dilakukan sesuai hasil survey petugas pada alamat pelanggan. Perubahan klasifikasi pelanggan yang diberlakukan saat ini hanya kepada pelanggan dengan aliran air Z 18 jam.

Diharapkan kepada pelanggan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon untuk dapat memahami dan mendukung program reklasiflkasi pelanggan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon guna memberikan pelayanan yang lebih baik, memenuhi prinsip ketelangkauan dan berkelanjutan dalam pengelolaan perusahaan.

Sebelumnya, reklasifikasi penyesuaian tarif pelanggan dan pelayanan Air bersih dari PD Tirta Giri Nata Kota Cirebon menjadi pembahasas serius saat Reses masa persidangan pertama yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon dari Partai Demokrat, M Handarujati Kalamullah, Anggota DPRD Kota Cirebon Partai PKB Syaifurrohman dan Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon FPDIP Fitria Pamungkaswati.

Menurut Andru, semua Anggota Dewan merasa bingung dengan persoalan Reklasifikasi ini. Pasalnya, Pemerintah Kota Cirebon ataupun PD Tirta Giri Nata tidak melibatakan DPRD dalam persoalan ini.

“Seharusnya jika menyangkut hajat hidup orang banyak Dewan dilibatkan atau diajak bicara,” lugasnya.

Ia menambahkan, untuk saat ini Reklasifikasi masih belum tepat, karena sampai dengan sekarang PD Tirta Giri Nata masih belum memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan.

“Reklasifikasi bagus, tapi sekarang belum tepat, perbaiki saja dulu pelayananya debit air nya bagaimana,” tandasnya. (Kris)