Skandal Bumer, KPK Lemah

0
94

INAPOS, BANDUNG,- Skandal Buku Merah (Bumer) seperti terhenti ditangan Kepolisian, KPK pun tidak punya kuasa untuk membongkar Skandal ini. Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) kembali menyoroti mendeknya Skandal Bumer ini.

Khususnya GNPK-RI Jawa Barat yang dipimpin Nana. S. Hadiwinata kepada Inapos melalui pesan Whatsappnya menyampaikan sikapnya pada Jum’at (18/10/2019) lalu.

“Diduga kuat bahwa penyidik KPK tersebut telah dianggap berprilaku Koruptif, karena sudah jelas itu adalah merupakan pelanggaran hukum yg harus segera diproses secara hukum oleh Penegak Hukum lainnya. Kami prihatin dan menyesalkan apa yang diperbuat oleh oknum Penyidik KPK tersebut, disatu sisi bahwa Rakyat membela KPK yg saat ini dilemahkan tapi disisi lain Oknum Penyidik KPK melakukan pelanggaran,” tulis Nana dalam rilisnya.

“Kami GNPK RI Mendukung penuh terhadap kinerja positif penyelenggara negara dan pelaku pembangunan lainnnya, namun ketika kami melihat kinerja mereka cenderung buruk apa yang terjadi pada oknum Penyidik KPK, kami minta kepada Penegak Hukum agar memproses lebih lanjut terkait pelanggaran hukum tersebut, sekali lagi kami tegaskan siapapun itu yang melakukan perbuatan melawan hukum, harus tetap diproses ketetapan hukumnya,” tambahnya.

Masih menurut Nana, pihaknya tidak ingin dikemudian hari melihat oknum-oknum seperti ini.

“Terhadap persoalan Skandal Bumer ini, pihaknya akan berkoordinasi segera dengan KPK dan segera pula mempertanyakan mengapa jelas-jelas bukti rekaman CCTV ada, namun KPK tetap lemah dan seolah tidak terjadi apa-apa,” tutup Nana.

Sampai berita ini diturunkan, Saut Sitomorang sebagai Wakil Ketua KPK, Febri sebagai Jubir KPK dan beberapa pihak lain yang terkait belum memberikan komentarnya terhadap Skandal Bumer yang terkesan “hilang”. (Cep’s)


Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here