Situs di Proyek Tol Pandaan-Malang Lebih Tua dari Zaman Majapahit

0
689

Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho yang memimpin ekskavasi mengatakan, ukuran batu bata yang menjadi struktur bangunan itu lebih besar dari batu – bata pada masa Kerajaan Majapahit yang ada di Trowulan, Mojokerto.

Batu bata bangunan yang sedang dalam proses ekskavasi itu diperkirakan sudah ada sejak sebelum Kerajaan Majapahit.

Temuan berikutnya adalah fragment porselen dari bahan keramik yang diperkirakan bekas peninggalan Dinasti Song yang memerintah Tiongkok antara tahun 960 sampai tahun 1279.

Pada masa itu, Malang termasuk Sekarpuro berada di bawah kekuasaan Kerajaan Kediri atau sudah menjadi pusat Kerajaan Singosari.

“Kita menemukan fragment keramik porselen Dinasti Sung,” kata Wicaksono, Senin (18/3/2019).

Wicaksono mengatakan, ada hubungan perdagangan antara Tiongkok dan kerajaan di Nusantara saat itu. Sehingga, bekas peralatan dari Tiongkok juga ditemukan di Indonesia.

Meski begitu, tim ekskavasi masih butuh data tambahan untuk memastikan periodesasi situs tersebut.

“Saya butuh data lagi tapi dari bentuk batanya lebih besar dari Majapahit. Terus juga ada porselen dari Dinasti Song,” katanya.

Sementara itu, temuan hasil ekskavasi terus meluas. Di jarak sekitar 24 meter ke arah barat dari temuan awal juga ditemukan struktur bangunan yang sama.

“Kita mencari hubungan dengan lokasi temuan awal sampai bangunan di sebelah barat dan mencari pola dengan tatanan ini,” jelasnya.

Sebelumnya, situs yang ada lokasi proyek Tol Pandaan-Malang seksi 5 kilometer ke-37 Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang diperkirakan merupakan bekas bangunan peninggalan Kerajaan Majapahit.

Perkiraan itu berdasarkan pada struktur bangunan.

Tim ekskavasi masih terus menggali untuk menemukan bentuk dasar dari struktur bangunan berupa bata itu. (Net/Red)