Sidang Penyerobotan Tanah Disabilitas, Majelis Hakim Tolak Eksepsi Kuasa Hukum

0
503

BALI, INAPOS – Sidang lanjutan dugaan penggunaan surat sporadik palsu dengan korban penyandang disabilitas Dewa Nyoman Oka dengan Terdakwa Dewa Nyoman Oka Putra dan Dewa Ketut Ngurah Swastika telah dilaksanakan pada hari Senin 4 Maret 2019 dengan agenda pembacaan putusan sela. Pada kesempatan tersebut, majelis hakim yang diketuai AFS Dewantoro SH MH sebagaimana perkara pidana dengan register No. 91/Pid.b/2019/Pn.Gin.

Kuasa hukum Korban, I Made Somya Putra, SH MH menyambut baik putusan sela majelis hakim pengadilan negeri Gianyar tersebut. Bagi Somya, putusan sela tersebut memperlihatkan niat jahat dari Para Terdakwa semakin menjadi-jadi dengan berbagai manuver dan dalih hanya untuk lari dari jeratan hukum. Atas manuver dan dalil-dalil yang ada menjadikan Jaksa Penuntut Umum harus saling serius dalam membuktikan dakwaannya.

“Pada prinsipnya kami telah meminta pengawasan atas kasus yang melibatkan klien kami, dan kami mengapresiasi putusan sela hari ini dari majelis hakim. Kami meminta semua pihak mewaspadai dalih dan manuver Para Terdakwa yang telah dibebaskan dari rumah tahanan negara melalui pengalihan penahanan. Untuk itu, kami meminta Jaksa lebih serius dalam pembuktiannya, sedangkan hakim wajib melihat fakta hukumnya dan memutuskan dengan seadil-adilnya” ujar somya.

Khusus untuk Jaksa Penuntut Umum, agar segera memberikan kepastian berkas atas nama 3 (tiga) tersangka yang lain, atas nama Nyoman Sujendra, Artawan, dan Dewa Putu Arta Putra. Khususnya Dewa Putu Arta Putra dahulu yang merupakan Anggota Sidang Panitia A, dan memberikan keterangan Kepala Desa sehingga Dewa Putu Arta Putra kuat dugaan terlibat atas pembuatan surat sporadik palsu itu dan layak berkasnya diuji di persidangan. ” Jangan sampai pihak yang terlibat lolos begitu saja, maka bersemangatlah Jaksa Penuntut Umum,” ungkap Made Somya Putra.