Siapkan Tenaga Kerja Melek Teknologi, Pemprov Jateng Dorong SMK Gandeng Dunia Industri

0
44

KAB SEMARANG– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri maupun swasta di Jawa Tengah, untuk menggandeng dunia industri. Sinergi ini diperlukan guna mempersiapkan tenaga kerja yang melek teknologi dan mampu bersaing di berbagai sektor usaha. Salah satunya adalah SMK Nahdlatul Ulama Ungaran.

Sekolah yang berada di Kabupaten Semarang ini, membuka kelas baru dengan menggandeng PT Samsung Elektronics Indonesia dan PT Telkom. Dengan dibukanya kelas Industri Samsung Tech Institute dan Industri Telkom tersebut, diharapkan lulusan SMK NU dapat lebih memahami dunia industri dan perkembangan teknologi.

“Saya mengapresiasi SMK NU Ungaran yang telah mengajak PT Samsung dan Telkom untuk bekerjasama, sehingga lulusan SMK bisa terserap di dunia kerja. Ini sekaligus bukti bahwa SMK NU mendorong para siswa melek industri dan memahami teknologi,” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen usai meresmikan kelas baru dan Jembatan SMK NU Ungaran, Kamis (9/4/2021),

Taj Yasin mengatakan, pada era revolusi industri 4.0 yang serba digitalisasi, penguasaan teknologi digital sangat penting bagi para siswa SMK. Ia berharap, dengan keterlibatan  industri dari berbagai bidang di sekolah kejuruan, ini akan memacu inovasi dan kreativitas para siswa, serta mengembangkan keilmuan di lingkungan sekolah.

Memasuki era revolusi industri 5.0, seluruh dunia dapat terhubung dengan mudah dan cepat. Dengan digitalisasi di berbagai sektor usaha, diharapkan dapat membantu masyarakat. Termasuk membantu memasarkan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Ia menjelaskan, saat ini, teknologi informasi seolah sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Sehingga manusia dipaksa terus mengembangkan. Salah satunya dalam dunia pendidikan. Teknologi digital digunakan mulai dari saat pelaksanaan penerimaan siswa baru  hingga proses belajar  mengajar.

“Kepada para pendiri SMK di seluruh Jateng, mari kita bersama-sama merangkul dunia industri, sehingga kita bisa menyalurkan tenaga kerja dari lulusan SMK,” pintanya.