Sengketa Perparkiran Ruko Permata Ancol, Belum Temukan Ujung Pangkal

Sengketa Perparkiran Ruko Permata Ancol, Belum Temukan Ujung Pangkal

Inapos, Jakarta.- Perseteruan antara Ketua RW 016 Kelurahan Pademangan Barat dengan Pengurus Perhimpunan Penghuni Ruko dan Warga Permata Ancol masih terus berlanjut hingga ke ranah hukum baik Kepolisian maupun ke Pengadilan Tinggi Urusan Negara (PTUN) dan sudah berjalan hampir 3 bulan.

Seperti dikatakan Manager Badan Pelaksana Pengelolaan Perhimpunan Penghuni dan Warga Ruko Permata Ancol, Tubagus Panji Kusuma menyatakan, pada Senin (31/12/2018) telah terjadi permasalahan dilingkungan Ruko Permata Ancol oleh oknum-oknum security RW 06 Kelurahan Pademanagan Barat Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

“Patut diduga dikoordinasikan oleh Oknum RW 016 berupa penghentian kegiatan operasional perparkiran yang dilakukan oleh EZ Parkir di wilayah Ruko Permata Ancol, Pademangan Jakarta Utara,” katanya kepada media di Kantor Sekretariat Perhimpunan Penghuni Ruko Permata Ancol, Kamis (10/01/19).

Terkait hal tersebut warga dan Penghuni Ruko Permata Ancol menyatakan kronologisnya sebagai berikut ;

1. Pada tanggal 26 Desember 2018 yang katanya Ketua RW 016 memberikan surat kepada warga Ruko Permata Ancol sehubungan adanya penghentian kegiatan operasional mengenai perparkiran yang dilakukan oleh EZ Parkir di wilayah Ruko Permata Ancol, Pademangan Jakarta Utara.

2. Bahwa pada tanggal 31 Desember 2018 telah dilakukan penutupan perparkiran di Ruko Permata Ancol secara semena-mena oleh Oknum RW 016 yang menyebabkan tidak berfungsinya perparkiran Ruko Permata Ancol hingga saat ini.

3. Bahwa sebagian besar warga RW 016 Kelurahan Pademangan Barat tidak mengakui bahwasanya Ketua RW yang menjabat sampai saat ini sedang melakukan upaya Hukum di PTUN Jakarta.

Atas dasar kronologis tersebut kami Perhimpunan Ruko Permata Ancol menyatakan sikap ;

1. Bahwa yang mempunyai kewenangan pengelolaan dan ijin resmi perparkiran Ruko Permata Ancol adalah Perhimpunan Penghuni Ruko Pemata Ancol dan EZ Parkir sebagai PT yang mempunyai kerjasama perparkiran Ruko Permata Ancol.

2. Dengan ditutupnya lahan perparkiran Ruko Permata Ancol menyebabkan keresahan dan kekhawatiran warga penghuni Ruko Permata Ancol.

3. Bahwa tindakan yang dilakukan oleh oknum-oknum tersebut menyebabkan ancaman juga intimidasi terhadap warga Ruko Permata Ancol.

4. Bahwa kegiatan oknum-oknum tersebut menyebabkan adanya kegiatan premanisme yang mengganggu kegiatan dan aktivitas warga Ruko Permata Ancol.

6.Bahwa aksi oknum-oknum premanisme tersebut dapat mengancam juga keresahan terhadap warga Ruko Permata Ancol.

7. Dan selaku Perhimpunan Penghuni Ruko Permata Ancol mendukung penuh Polres Jakarta Utara yang telah mengusut tuntas dalam perkara ini, dan mencari dalang di balik keresahan yang terjadi di Ruko Permata Ancol. (Elwan)


Komentar Anda?