PEKALONGAN.- Pencegahan stunting, dukungan terhadap Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), dan pemberantasan narkoba, menjadi sorotan Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Siti Atikoh Ganjar Pranowo, seusai melantik Ketua Majelis Pembimbing dan Pengurus/ Andalan Cabang Gerakan Pramuka Pekalongan Masa Bhakti 2021-2026. Kegiatan itu berlangsung di Pendapa Kabupaten Pekalongan, Selasa (9/8/2022).

Dalam kesempatan itu, Atikoh melantik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, sebagai Ketua Mabicab Pekalongan. Sebagai Ketua Kwarcab Pekalongan adalah M Yulian Akbar.

Menurut Atikoh, keterlibatan aktif Pramuka dalam mendukung program pemerintah, mesti dilakukan. Dalam pencegahan stunting, Pramuka bisa mengedukasi teman sebayanya untuk mencegah pernikahan usia dini, atau Jo Kawin Bocah. Edukasi juga bisa dilakukan Pramuka kepada masyarakat, dalam menggerakkan Bulan Imunisasi Anak Nasional. Sehingga, pelaksanaan imunisasi dapat berjalan lancar, anak-anak terhindar dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

“Pembentukan karakter Pramuka ada tiga, life skill, karakter, sama nasionalisme. Di sini kan ada pembentukan karakter, salah satunya pencegahan narkoba, bisa mencegah influence dari paham-paham radikal, dan semacamnya,” tegasnya.

Atikoh juga menekankan agar Pramuka tidak berhenti untuk berinovasi, berkreasi, serta terus membantu sesama. Tidak kalah pentingnya, memiliki nasionalisme tinggi, jangan sampai NKRI diganggu oleh paham yang menyimpang dari nilai-nilai Pancasila.

“Jadilah pemuda unggul yang memiliki karakter mulia, khususnya di era digitalisasi, di mana banyaknya pengaruh dari luar, baik tontonan, maupun pengaruh lingkungan lain, yang membutuhkan kecakapan dan pembekalan hidup dari seorang Pramuka untuk menangkal pengaruh buruk itu,” beber Atikoh.

Dia mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Kwarcab Pekalongan, yang telah sigap dan peduli terhadap sesama. Seperti kepedulian saat terjadi bencana, baik banjir, bahkan ketika ada pohon tumbang, Pramuka senantiasa hadir membantu. Begitu pula saat pandemi Covid-19.

“Ke depan, Pramuka Pekalongan harapannya akan lebih inovatif, dan sinergitasnya luar biasa. Kamabicab sudah memberi lampu hijau untuk support. Jadi, akan semakin harmonis, sinergi, karena Pramuka harus di sengkuyung bareng-bareng semua stakeholder,” tandas Atikoh.

Sementara, Ketua Mabicab Pekalongan Fadia Arafiq meminta jajaran Pramuka di wilayahnya untuk tekun dan serius berkegiatan. Jika nilai-nilai Pramuka diterapkan dalam keseharian, mereka akan lebih mencintai sesama dan keluarga, memiliki tanggung jawab tinggi, serta banyak melakukan kegiatan positif.

“Pakaian Pramuka jangan satu tahun sekali atau lima tahun sekali, tapi sering digunakan untuk kegiatan Pramuka. Pramuka harus maju, pol terus,” ujarnya. (Er)