Sejumlah Pemuda Bersama Tokoh Agama Akan Menggalang Dana Untuk Rohingya

0
217

Inapos, Jakarta.- Bertempat di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta, sejumlah pemuda-pemudi yang terdiri dari berbagai macam suku, agama dan ras bersama dengan tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama mendeklarasikan ‘Solidaritas Untuk Rohingya’. Nampak hadir dalam deklarasi tersebut yakni Rieke Diah Pitaloka yang merupakan Anggota DPR RI sekaligus tokoh perempuan masa kini.

Ketua Umum Presidium Pusat Hima Budi, Sugiartana mengatakan kegiatan ini merupakan sebuah bentuk solidaritas kami sebagai putra-putri Indonesia menyikapi apa yang terjadi di Myanmar. Kami ingin menunjukkan bahwa kita di Indonesia ini sangat solid sekali, meskipun terdiri dari suku, agama dan ras.

“Dalam momen ini kita ingin menyampaikan kedamaian kepada masyarakat di Rohingya khususnya. Sehingga dengan kegiatan ini kita berharap intimidasi dan kekerasan yang ada di sana itu bisa mendapatkan solusi yang terbaik,” katanya, Selasa (12/09/17).

Lanjut Sugiartana, pada momen ini kita juga menyampaikan penyesalan yang mendalam terhadap apa yang terjadi di Myanmar tersebut. Kami juga berharap kepada pemerintah untuk terus berperan aktif dalam mencarikan solusi yang terbaik sesuai dengan politik bebas aktif yang diterapkan di dalam negara kita. Bagaimana kita bersama-sama aktif dalam rangka menjaga perdamaian dunia.

“Upaya kongkrit kita setelah kegiatan ini ke depannya tentu kita akan menggalang dana untuk teman-teman disana. Jadi kita tidak hanya terbatas wacana saja, karena di beberapa tempat kita sudah melakukan penggalangan dana. Meskipun itu tidak besar tapi ini merupakan sebuah bentuk rasa kemanusian kita bersama,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rieke Diah Pitaloka menyatakan pertama-tama dengan adanya kegiatan ini tentu saja menyikapi persoalan di Myanmar. Kita semua bangsa Indonesia apapun ras, agama dan sukunya yang berada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki satu suara yakni prihatin dan mengecam apa yang terjadi di Myanmar.

“Dalam pernyataan sikap kita tadi merupakan langkah kongkrit kami, anak-anak muda yang didukung oleh para pemuka lintas agama. Kita melakukan sebuah gerakan bersama mendesak pemerintah Myanmar agar berbagai tindakan kekerasan di sana dihentikan,” katanya.

Selain itu, sambung Rieke, kita juga mendorong agar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) segera mencari langkah-langkah kongkrit. Dan yang tidak kalah pentingnya saat ini saya kira bahwa penggalangan dana dilakukan semua pihak termasuk di Indonesia. Tapi kalau pemerintah Myanmar menutup akses bantuan kemanusiaan maka bantuan tersebut tidak akan sampai.

“Sehingga kami memohon dukungan dari semua pihak, warga bangsa Indonesia. Tentunya negara yang tergabung di ASEAN, terutama anak-anak muda yang ada mari kita menyuarakan ini, untuk mendesak agar Myanmar membuka pintu bantuan kemanusiaan bagi warga Rohingya,” harap Rieke.

Selain itu, politisi PDIP tersebut menjelaskan kami ingin ada langkah-langkah dari PBB untuk mencari solusi tapi jangan sampai menimbulkan korban baru. Kegiatan ini akan kita upayakan di kota-kota lain, sambil kita juga merajut toleransi keberagaman di negara kita sendiri. Kita tidak ingin perpecahan di Rohingya (Myanmar) maupun di negara mana pun.

Tentu saja kami juga tidak ingin ada perpecahan-perpecahan atau pertengkaran di Indonesia, sebab Indonesia harus menjadi NKRI yang aman dan damai. Kita sama-sama fokus bekerja dan melakukan hal-hal yang baik bagi warga Indonesia.

“Karena politik Indonesia bebas aktif, maka kita tidak bisa mengintervensi negara lain harus apa dan bagaimana itu tidak bisa. Kita pun menolak intervensi politik atau militer negara manapun terhadap Indonesia. Namun demikian apapun yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia merupakan langkah-langkah yang sudah cukup baik,” ungkapnya.

Terlebih itu menyangkut negara lain, tambah Rieke, namun kita mempunyai peran untuk mempercepat solusi yaitu dengan mendorong PBB mengambil sebuah langkah kongkrit bagaimana mencari solusi yang tepat yakni dengan segera menyelesaikan konflik di Rohingya.

“Di sini kami tidak dalam kapasitas mengomentari apa yang dilakukan pihak lain.Tapi kami anak muda yang didukung oleh tokoh masyarakat dan juga tokoh lintas agama bahwa kami mencintai warga bangsa karena kami nasionalis, kami mencintai tanah air kami, kami mencintai bangsa kami, tapi kami anak muda yang juga mencintai bangsa-bangsa lain yang damai,” tegasnya. (Elwan)


Komentar Anda?