Satgas Covid-19 Kemenag Layani Vaksinasi untuk Pensiunan dan Lansia

0
130

JAKARTA.- Kementerian Agama terus menjalankan berbagai program pencegahan penyebaran covid-19. Kali ini Satgas Covid-19 Kemenag membuka layanan vaksinasi bagi pensiunan dan lansia.

“Kita membuka layanan vaksinasi bagi pensiunan Kemenag dan lansia. Ini bisa diikuti oleh anggota keluarga lansia ASN Kemenag maupun para lansia yang berdomisili di DKI Jakarta. Layanan ini akan dilakukan selama lima hari, dengan target perharinya sebanyak 50 orang,” ungkap Ketua Satgas Covid-19 Kemenag Yayat Supriyadi, Selasa (23/3/2021).

Untuk mendapatkan layanan vaksinasi, bagi pensiunan dan lansia sebelumnya diminta mengisi formulir di sini. “Setelah mengisi form tersebut, panitia akan memverifikasi, dan akan menghubungi calon penerima vaksin H-1 dari jadwal vaksinasi,” ujar Yayat.

Mereka yang telah lolos verifikasi, kemudian dapat datang ke Kantor Kemenag dengan membawa KTP. Khusus untuk lansia yang berdomisili di DKI Jakarta, diminta membawa surat keterangan domisili dari RT.

“Karena vaksin datang secara berkala, kami mohon kesediaannya agar calon penerima vaksin bersabar untuk kami hubungi,” tutur Yayat.

Yayat menyampaikan, layanan vaksinasi bagi pensiunan dan lansia ini akan dilaksanakan pada tanggal 23,24,26,29, dan 30 Maret 2021. Pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan di lobi Kantor Kementerian Agama Jakarta, Jalan MH Thamrin no. 6, Jakarta Pusat.

“Tenaga kesehatan akan melayani vaksinasi mulai pukul 08.30 sampai 15.00 WIB,” jelas Yayat yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Umum Kemenag.

Sementara Tim Kesehatan Kemenag dr.Desnita menyampaikan, sebelum mendapat vaksinasi ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi oleh para lansia.

Pertama, lansia calon penerima vaksin harus dalam kondisi sehat. “Tidak dalam kondisi batuk, pilek, demam, atau sesak nafas dalam tujuh hari terakhir,” jelas Desnita yang juga menjadi Penanggung Jawab Vaksinasi Lansia Satgas Covid-19 Kemenag.

Kedua, penyintas covid-19 lebih dari tiga bulan. Ketiga, tidak sedang menderita penyakit jantung, liver, ginjal kronis, atau sedang melakukan prosedir cuci darah.

Keempat, tidak dalam proses pengobatan kanker, pengobatan gangguan pembekuan darah, defisiensi imun, atau sedang transfusi. “Kelima, jika memiliki kondisi atau riwayat penyakit epilepsi, diabetes melitus, HIV, penyakit paru seperti asma atau PPOK, harus dalam keadaan terkontrol,” ungkap Desnita.

“Keenam, lansia calon penerima vaksin, tidak menerima vaksinasi lain dalam kurun waktu satu bulan terakhir,” imbuhnya. (Red)