Tim Satgas Covid-19 Edukasi Masyarakat Terkait 3 M

 

INAPOS, Buton Utara – Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buton Utara (Butur) kembali mengingatkan masyarakat untuk patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebab, kunci utama memutus mata rantai persebaran virus Covid-19 adalah menerapkan 3M: memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Muhammad Ali Badar menyebut kepatuhan terhadap protokol kesehatan lebih efektif mencegah penularan jika dilakukan secara kolektif dan tidak dilakukan sendiri. “Kalau kita sudah patuh pada protokol kesehatan, jangan lupa mengingatkan orang lain untuk patuh pada protokol kesehatan,” imbaunya Saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 7 Maret 2022.

Kata Dia, Hal yang paling utama, menjaga jarak minimal 1 meter dapat menurunkan risiko penularan sampai 85%. Karena itu, masyarakat harus yakin bahwa setiap usaha yang dilakukan akan membuahkan hasil.

“Asalkan konsisten dan kolektif melakukan perubahan perilaku menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin dan dilakukan secara sungguh-sungguh. Masyarakat akan terhindar dari penularan virus,” ucap Ali.

Tim Satgas Covid-19 Buton Utara Terus Ingatkan Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan

“Sama seperti memakai masker dan mencuci tangan, patuh jaga jarak harus kita jadikan gaya hidup baru. Ini menjadi tantangan buat kita semua, harus konsisten untuk tidak berkumpul atau berkerumun,” ujarnya.

Ali berharap budaya menerapkan 3M tersebut bisa menekan angka penularan Covid-19 di “Lipu Tinadeakono Sara”. Pasalnya Buton Utara merupakan daerah berbudaya yang gemar berkumpul sehingga sosialisasi dan kampanye jaga jarak membutuhkan upaya lebih keras lagi. Dia juga mengajak masyarakat semakin berperan dalam membantu pemerintah, untuk mendisiplinkan warga dalam menerapkan protokol kesehatan.

Menurutnya, masker dan jaga jarak merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam mencegah penularan virus korona. Penggunaan masker bisa mencegah menyebarnya droplet yang berisi virus korona.

“Droplet itu adalah cairan atau cipratan liur yang dikeluarkan seseorang dari hidung atau mulut dan mengandung kuman saat bersin, batuk, bahkan berbicara,”jelasnya.

“Kita harus melandaikan kurva angka penyebaran dan kasus kematian akibat virus. Meskipun Covid-19 belum bisa dihilangkan sepenuhnya. Kita berharap siapa pun yang OTG harus disiplin pakai masker dan tidak berkumpul. Jika tidak dalam kerumunan, dia (OTG) tidak akan menularkan,” kata Ali.