Sat Sabhara Polres Majalengka Amankan Belasan Anggota Geng Motor Asal Cirebon

0
155

MAJALENGKA.- Belasan anggota geng motor XTC asal Cirebon Barat diamankan Sat Sabhara Polres Majalengka di Pertigaan Jl. Panglayungan Desa Panyingkiran Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka, Sabtu (2/5/20) malam.

Diduga mereka akan bertindak kriminal, kerap meresahkan para pengendara lain yang melintas di kawasan Jalan raya panglayungan Desa Panyingkiran. Selain itu mereka juga kerap berbuat onar dan merusak kendaraan yang lewat, mereka juga tak segan-segan menganiaya warga yang tak berdosa.

Adapun belasan anggota geng yang diamankan yakni, LN (23), AG (19), KR (19), AS (17), RD (15), ZC (15), NR (15), RM (22), AL (19), WJ (20), RZ (19), SF (18), AR (17), IA (16) kesemuanya warga Cirebon dan AS (20) warga Majalengka.

Meski usia kawanan geng motor masih tergolong remaja bahkan banyak yang masih duduk di bangku sekolah SMA dan SMP. Namun perilaku mereka terkadang sangat brutal. Tak sedikit dari kawanan tersebut membawa senjata tajam dan senjata lainya.

Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso melalui Kasat Sabhara AKP Erik Riskandar mengatakan pihaknya mendapat informasi dari masyarakat ada gerombolan bermotor berkeliaran di sekitar taman Panglayungan Panyingkiran, dan selanjutnya menyampaikan kepada patroli Sabhara yang sedang giat patroli.

“Dari hasil patroli kami berhasil amankan 15 anggota geng motor XTC Cirebon Barat,” ujarnya.

Dijelaskan Erik, barang bukti yang diamankan berupa 1 buah cerulit warna hitam, 1 buah samurai warna hitam, 1 unit Honda beat E 5464 YY, 1 unit Honda beat E5211 JM, 1 unit Yamaha Mio tanpa nopol, 1 unit Honda Vario E 2837 LY, 1 unit Honda Vario Tecno E 6026 JT, 1 unit Honda beat putih tanpa nopol dan 1 unit Honda beat hitam tanpa nopol.

“Hasil penggeledahan badan /pakaian ditemukan 2 Sajam berupa cerulit dan samurai dari tangan LN dan AG sementara kedua pelaku pelaku LN dan AG serta AS asal warga Majalengka dilakukan pemeriksaan oleh Sat Reskrim,” jelasnya.

Untuk ke 12 orang karena tidak ditemukan sajam hanya dilakukan pembinaan dan dibuatkan surat pernyataan untuk tidak melakukan keonaran diwilayah Kabupaten Majalengka.

“Kami lakukan pemanggilan terhadap keluarganya untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut,” pungkasnya. (Kris)