Samakah Kerumunan PDI-P di Sulut Dengan Petamburan

0
311

INAPOS, JAKARTA,- Kerumunan massa di Petamburan terus menjadi topik cuitan di media sosial dan memakan korban dua Kapolda dan beberapa Kapolres di copot dari jabatannya.

Beberapa masyarakat pun menyikapi terkait tindakan yang dianggap tidak adil terhadap keramaian di Petamburan dan keramaian di Solo yaitu kampanye yang dilakukan oleh Putra Presiden Jokowi.

“Jangan samakan kasusnya itu. Itu pilkada ada urusannya, pengawasnya siapa? Bawaslu. Prosesnya ada, Undang-undangnya ada peraturannya ada, case demi case kan tetap harus dilihat, jangan disamakan,” ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono beberap waktu lalu kepada media.

Pernyataan ini pun mendapat sorotan dari masyarakat dan kini sebuah akun @sanipar7 mengunggah kegiatan yang dilakukan PDI-P di Sulawesi Utara (Sulut) pada gelaran kampanye Pilkada Gubernur Sulut.

“Lagi lagi kader PDIP, arak2kan calon Gubernur Sulut apakah ini termasuk melanggar kerumunan,” tulis akun tersebut.

Cuitan yang diunggah pada Senin (23/11/2020) ini disukai 4,400 netizen dan di bagikan serta dikomentari lebih 2 ribu pembaca.

Salah satu netizen mengomentari agar para peserta kerumunan tersebut di swab.

Adapula yang mengomentari sesuai apa yang disampaikan Awi Setiyono.

Bahkan ada netizen yang mencuit bahwa virus bisa membedakan antara kerumunan dan pengajian.

Penulis : Cecep Supradin