Rovan dan Tim Kuasa Hukum akan Menggugat PLTU Tanjung Karang

0
87

GORONTALO.- Perbuatan Melawan Hukum (onrechtmatige daad) dalam konteks perdata diatur dalam Pasal 65 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata atau Burgerlijk Wetboek (“BW”), dalam Buku III B pada bagian “Tentang perikatan-perikatan yang dilahirkan demi Undang-Undang”, yang berbunyi:

“Tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut.”

Demikian juga dengan penguasaan tanpa hak yang di lakukan pihak PLTU yang terletak di Desa Tanjungkarang Gorontalo Utara yang sangat merugikan klien kami yakni ahli waris pemilik sah berdasarkan bukti-bukti peninggalan orang tua sejak zaman dahulu kala,” tutur Rovan Panderwais Hulima, S.H, dan Ryan Nasaru, S.H, saat ditemui oleh awak media, Sabtu (11/7/20).

Klien kami hanya menjual tanah kepada pihak perusahaan kurang lebih 8 Hektar tanah yang kemudian sudah terjadi proses jual beli tersebut sah, namun tidak dengan tanah lainnya, yang saat ini telah di klaim oleh perusahaan mereka telah memiliki hak yang melebihi dari kesepakatan awal,” kata Rovan.

Bahkan tanah milik klien kami yang sekarang ini telah di bangun bangunan permanen yang diperuntukan untuk perusahaan tersebut tanpa sepengetahuan klien kami, hal ini yang kami rasa menjadi persoalan dan tidak adanya itikad baik dari perusahaan tersebut untuk membayar,” jelas Rovan.

Kami selaku kuasa hukum klien kami sudah menempuh beberapa cara memediasi meminta agar perusahaan tersebut mengganti kerugian yang dialami klien kami namun semua upaya kami tidak membuahkan hasil, tutur Rovan yang dikuatkan oleh Ryan.

Klien kamipun sudah menghadap ke pemerintah untuk meminta solusi menyelesaikan persoalan ini namun tidak juga membuahkan hasil, bahkan pihak perusahaan tersebut semakin menjadi-jadi membangun dan tetap bekerja diatas tanah milik ahli waris,” terang Rovan dan Ryan.

Saya Rovan Panderwais Hulima selaku ketua tim telah membentuk Tim hukum atau Pengacara Ahli waris sebanyak 5 orang diantaranya Riyan Nasaru, H. Muh. Nasir, Oneng Labdullah, Andriyano Badu, telah bersepakat untuk mengajukan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum ke Pengadilan Negeri Limboto, yang dalam waktu dekat ini akan kami daftarkan melalui kepaniteraan Pengadilan.

Kami berharap dengan adanya gugatan ini maka seluruh persoalan yang meresahkan klien kami akan membuahkan hasil yang maksimal dan memberikan kepastian hukum terkait penguasaan dan kepemilikan lahan tersebut,” jelasnya.

“Kami menduga bahwa dalam perkara ini masih banyak pihak-pihak terkait yang mencoba melindungi dan menjadi tembok pelindung bagi perusahaan tersebut sehingga semua terkesan tidak ada masalah apa-apa didalamnya, dan kami juga akan menjadikan pihak-pihak tersebut sebagai turut tergugat dalam gugatan kami nanti,” pungkas Rovan. (Red)