Rindam XVIII/Ksr Diresmikan Jenderal Putra Asli Papua,  Siap Didik 200 Orang Calon Prajurit

0
496

JAKARTA, INAPOS- Setelah diresmikan oleh Pangdam XVIII/Ksr Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau, Rindam XVIII/Ksr siap menyelenggarakan pendidikan bagi 200 orang calon prajurit Tamtama di bulan April 2019.

Hal tersebut disampaikan Kapendam XVIII/Ksr, Kolonel Inf Andi Gus Wulandri, S.I.P saat menghadiri acara tersebut, Distrik Momiwaren, Kabupaten Mansel, Papua Barat. Kamis (28/2/2019).

Dijelaskan Kapendam bahwa diresmikannya Rindam XVIII/Kasuari berdasarkan Surat Keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Nomor 74 Tanggal 29 Desember Tahun 2017, tentang Penataan Satuan dan Pembentukan Satuan Baru Jajaran TNI AD.

“Hari ini, Kolonel Inf Ignatius Tri Joko telah resmi dilantik dan disumpah menjabat sebagai Danrindam XVIII/Kasuari yang pertama,” ujar Andi Gus

“Secara kebetulan, peresmian dan pelantikan ini juga dipimpin langsung oleh Pangdam (Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau) yang merupakan putra asli Papua. Jadi momen ini tentunya memiliki sejarah tersendiri bagi masyarakat Papua Barat,” imbuhnya.

Andi Gus pun berharap agar dengan adanya Rindam tersebut dapat mencetak putra-putra terbaik Papua Barat untuk menjadi Prajurit TNI AD.

“Dengan adanya lembaga pendidikan (Lemdik) ini, diharapkan semakin memperluas kesempatan putra-putra Papua Barat untuk menjadi Prajurit TNI AD, khususnya Tamtama dan Bintara. Selama ini, untuk mendidik Tamtama dan Bintara dilaksanakan di Ifar Gunung Sentani Rindam XVII/Cen,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Kapendam menyampaikan kutipan amanat Pangdam yang berisi ucapan terima kasih kepada Gubernur Papua Barat, Bupati Mansel, Ketua DPRD Mansel, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pemilik Hak Ulayat serta pihak lainnya yang telah membantu proses hibah tanah dan bangunan serta dilanjutkan proses pembangunan sampai dengan peresmian Rindam XVIII/Kasuari.

“Pembangunan Lemdik ini juga pada dasarnya tidak terlepas dari partisipasi dan kontribusi Pemerintah Daerah (Pemda) Papua Barat, seluruh komponen masyarakat dan warga Papua Barat. Oleh karenanya, harapan dan kepercayaan yang diberikan kepada Kodam XVIII/Ksr ini harus kita jaga dan pelihara serta dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tambah lulusan Akmil tahun 1997 ini.

Selain itu, dengan keberadaan Rindam di Distrik Momiwaren tersebut,  menurutnya dapat turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Pendidikan Tamtama dan Bintara di sini akan berlangsung sepanjang tahun, belum lagi pendidikan lainnya seperti kursus bagi prajurit efektif yang juga terus berjalan, tentunya akan memberi peluang bagi masyarakat untuk melakukan investasi seperti usaha toko makanan, foto copy, jasa komunikasi, transportasi dan lain sebagainya,” tandasnya.

“Belum lagi, dengan meningkatnya anggota organik Rindam dan Kodam, akan membuka peluang dibukanya akses transportasi maupun fasilitas umum lainnya yang akan membuat wilayah ini lebih maju. Jadi pembukaan Lemdik ini, akan banyak lebih bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah dalam memajukan wilayah ini,”tambah Andi.

Untuk diketahui Rindam XVIII/Ksr dengan sesanti “VIANIAU VIADIDIN VISIERU” yang berarti Belajar Sambil Berlatih, merupakan lembaga pendidikan militer di bawah Kodam XVIII/Ksr dan membawahi Secaba, Secata, Dodikjur, Dodiklatpur dan Dodik Bela Negara yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan latihan dan pendidikan militer untuk menghasilkan Prajurit yang handal, profesional, militan dan dicintai Rakyat.

Sedangkan bagi TNI AD sendiri, menurut Kapendam, selain memudahkan dalam proses belajar mengajar, keuntungan lainnya adalah menunjang tugas-tugas dalam kegiatan Pembinaan Teritorial.

“Selain mendidik para calon atau prajurit yang sudah jadi, keberadaan Rindam dapat membantu Pemerintah, seperti Dinas Pendidikan maupun Dinas Pemuda dan Olah Raga dalam hal pembangunan karakter dan potensi para generasi muda yang berwawasan kebangsaan,” ujarnya.

“Termasuk juga berbagai kegiatan peningkatan kualitas masyarakat maupun berbagai instansi dan institusi  yang  melibatkan TNI AD. Juga keberadaan poliklinik kesehatan di Rindam yang siap 24 jam bisa membantu pelayanan kesehatan bagi warga sekitar,” tegas Andi Gus.

Ditempat yang sama, Danrindam XVIII/Ksr (Kolonel Inf Ignatius Tri Joko) mengutarakan kebahagiaan dan kebanggaanya atas peresmian satuannya tersebut. Menyadari satuannya baru terbentuk, bersama dengan seluruh anggotanya pun telah bertekad untuk mengabdikan sepenenuhnya untuk membentuk para calon maupun prajurit yang ada di wilayah Kodam XVIII/Ksr.

“Kita akan fokus dan berusaha maksimal, karena kepercayaan yang diberikan ini tidak hanya datang dari TNI AD saja, melainkan dari seluruh masyarakat Papua Barat. Apapun akan kita lakukan agar tugas pokok kita dapat mendukung Kodam XVIII/Ksr dan masyarakat,”  tuturnya.

“Kita langsung bersiap, karena pada bulan April mendatang, akan segera menyelenggarakan pendidikan Secata Gel I dengan alokasi 200 orang,” ungkap Tri Joko.

Demikain juga dengan Bupati Mansel Markus Waran pun mengungkapkan kegembiraanya dan berharap agar anak-anak Manokwari Selatan (Mansel) bisa dididik di Rindam untuk menjadi Prajurit TNI AD. Dikarenakan potensi yang dimiliki Rindam, dirinya pun berharap agar keberadaan Rindam mampu menggeliatkan perekonomian masyarakat sekitarnya, sehingga atas nama Pemkab dan masyarakat Mansel siap menghibahkan anggaran untuk membantu pembangunan Rindam XVIII/Ksr.

“Saya senang dengan kehadiran Rindam XVIII/Kasuari dan siap menghibahkan anggaran untuk membangun barak menambahi yang sudah ada,” tegasnya.

Kegiatan upacara peresmian tersebut berlangsung khidmat dan diikuti peserta upacara +/- 150 orang dengan Komandan Upacara Letkol Inf Budiman (Kabagdik Rindam XVIII/Ksr).

Acara tersebut juga dihadiri Sekda Prov. Papua Barat mewakili Gubernur Papua Barat, Wakapolda Papua Barat, Kabinda Papua Barat, Kasdam XVIII/Ksr, Danrem 181/PVT, Kafasharkan TNI AL, Kasat Brimob Polda PB, Irdam, Kapok dan para Pasahli Pangdam, LO AL, para Asisten, Kabalak dan Dansat Kodam XVIII/Ksr, Bupati dan Ketua DPRD Kab. Mansel, Kapolres Manokwari, para Kepala Distrik, Kepala Kampung, Toga, Todat, Tomas dan pemilik hak ulayat, Ketua dan anggota PD XVIII/Kasuari, para Ketua Organisasi Wanita serta masyarakat dan pelajar Distrik Momiwaren Kab. Mansel. (pen)