Ridwan Hisyam Dorong Ketum APKLI Maju Capres Cawapres 2019

0
264
SURABAYA.- Bursa calon Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 kian ramai, salah satunya dukungan tersebut datang dari Ridwan Hisyam untuk Ketua Umum DPP APKLI dr. Ali Mahsun.

Hal tersebut diungkapkan Ridwan Hisyam saat memberikan orasi kebangsaan di STIE IBMT Surabaya, Jum’at (13/7).
“dr. Ali Mahsun ini, Ketua Umum APKLI anggotanya 25 juta PKL, kalau ditambah istri dan 1 anak berarti punya suara 75 juta, Saya yang carikan Parpol untuk Capres atau Cawapreskan dr Ali Mahsun pada Pilpres RI 2019, karena pasti terpilih jadi Presiden atau Wapres RI 2019-2024. Kita juga lagi menunggu Keputusan MK RI atas gugatan Presidential Thresold 0%”, tegas Ridwan Hisyam Panitia Anggaran DPR RI Fraksi Partai Golkar dalam orasi kebangsaannya di STIE IBMT Surabaya.
Ridwan menambahkan, berikan warning kepada Perguruan Tinggi, Pemuda, juga PKL dan pelaku ekonomi rakyat untuk siapkan diri harus mampu unggul hadapi revolusi industri ke-empat.
Ketua umum DPP APKLI dr. Ali Mahsun menyampaikan, Apapun yang diupayakan STIE IBMT Surabaya juga perguruan tinggi lain di Indonesia, juga Pemuda dan pelaku usaha / bisnis harus tetap bertitik tolak dan mengacu kepada Pembukaan UUD 1945. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sedahsyat apapun harus membawa kemajuan bagi Indonesia secara bermartabat, tidak boleh merusak sendi-sendi berbangsa dan bernegara kita.
“Oleh karena itu, saya minta STIE IBMT Surabaya dan perguruan tinggi diseluruh Indonesia jadikan Merah Putih dan NKRI sebagai baseline tata kelola, karakter dan jati diri mahasiswa dan lulusannya. APKLI sedang dan terus berupaya cetak generasi kedua PKL yang miliki kesempatan jauh lebih luas ke depan, bagian dari revolusi kaki lima Indonesia”, tegas dr. Ali Mahsun dalam orasi kebangsaannya yang didampingi Ketua DPW APKLI Jawa Timur Adi Mulyono.
Pada kesempatan itu, dilakukan MOU antara STIE IBMT Surabaya dengan APKLI, KNPI dan BMK Kosgoro Jawa Timur yang ditanda tangani Ketua Dewan Pembina dan Direktur STIE IBMT Surabaya, DR Ilyas dan Imam Wijaya. (Red)