INAPOS, MUARA BUNGO,-  Ribuan mahasiswa bungo kembali gelar aksi di rumah rakyat, kali ini tanpa hadir panji-panji organisasi seperti PMII, HMI dan IMM, Kamis ( 26/9).

Ribuan mahasiswa  Bungo yang sebelumnya menuntut penangan Karhutla, RUU KPK, RUU Pertanahan dan menolak  RKUHP.

Kali ini persoalan daerah seperti Infrasturktur yang tidak merata, pencemaran lingkungan serta perda pun menjadi agenda tuntutan nya   Sebagaimana disampaikan saat orasi, bahwa eks jalan unit 14 desa Mulya  menuju desa Gapura Suci dan desa Sekampil dan desa Batu Kerbau kurang mendapat perhatian.

Persoalan lingkungan di singgung pencemaran sungai Batang Bungo, Sungai Batang Tebo, dan stockfile.

Begitu juga halnya dengan perda , diantaranya penegasan hewan ternak yang berkeliaran dalam kota, penegasan kendaraan yang melebihi tonase masuk dalam kota , Perjudian, penertiban PKL  yang memakan trotoar jalan, dan persoalan devisit  anggaran.

Mahasiswa minta Perda di tinjau ulang masih relevan di gunakan atau tidak .

Tuntutan terakhir  Mahasiswa meminta DPRD  melakukan diskusi dengan mahasiswa setiap tiga bulan sekali.

Mahasiswa bergerak dari tugu air mancur simpang drum dan melanjutkan perjalanan ke Gedung DPRD Bungo untuk menyampaikan aspirasi nya .

Koordinator Umum, sekaligus Ketua Cabang PMII Bungo, Ahmad Hidayat Hapiz, menyampaikan bahwa aksi hari ini selain menyorot persolan nasional juga menyoroti persoalan daerah yang dianggap tidak kalah penting untuk kritisi.

“Hari ini kami minta DPRD Kabupaten Bungko untuk menanda tangani petisi, karena kami menduga konflik ini sengaja di pelihara, seperti RUU pertanahan, UU KPK  dan RKUHP, selain itu juga persoalan daerah seperti infrastruktur, pencemaran lingkungan, kebijakan serta masalah Perda ” tutur Ahmad.

Koordinator Lapangan yang juga Ketua Cabang HMI Bungo, Bani Amin, dalam orasinya mengatakan hadirnya mahasiswa selain menuntut beberapa isu nasional dan daerah, juga sangat menyayangkan perlakuan oknum polisi terhadap kawan-kawan mahasiswa hingga kritis dan ada juga sampai meninggal dunia

“Kami sangat kesal kepada oknum-oknum polisi yang mengunakan kekerasan terhadap kawan-kawan kami di luar sana, seharusnya bapak-bapak polisi ini menyayangi kami, mengayomi kami dan menjaga kami, bukan malah sebaliknya,” pungkas Bani

Ketua Sementara DPRD Kabupaten Bungo Martunis yang di dampingi beberapa orang anggota dewan mengatakan tuntutan adik-adik mahasiswa akan menjadi perhatian penuh DPRD Bungo yang baru.

“Soal pemerataan pembangunan, dan lainnya termasuk soal lingkungan akan menjadi PR kami kedepannya,” ungkapnya. (Ares)