Rezimku Sayang, Rezimku Malang

0
62

*Penanganan Covid -19 adalah ujian bagi rezim Jokowi, yang akan menerima pengakuan dan sertifikat dari negara !*

Negara bukan hanya terdiri dari pemerintah saja, melainkan negara dalam makna yang sebenarnya yang terdiri dari pemerintah, rakyat, wilayah dan hukum atau pengakuan dari negara lain

Dari kaca mata pemerintah penilaian ini sudah jelas, karena kesekian kalinya LBP yang diakui dan dipercaya oleh Presiden Jokowi, yang juga dijuluki menteri segala urusan itu, kembali ditugasi sebagai kordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ), guna mengurangi resiko kematian akibat Covid – 19

Layaknya konseptor ahli strategi, LBP telah merencanakan, menyiapkan, melaksanakan, mengawasi dan mengevaluasi PPKM yang pada kesimpulanya *_terkendali_* dan *_berhasil_* menurunkan angka kematian akibat Covid, apalagi ditambahi bumbu permohonan maaf dari LBP kepada masyarakat Indonesia atas ucapanya *datang aja kesini bagi yang bilang tidak terkendali, biar kutunjukkan MUKANYA…*

Keberhasilan ini ditandai dengan pengesahan oleh sang presiden yang menambah perpanjangan waktu PPKM hingga 25 Juli mendatang

Berbeda dengan kaca mata dari masyarakat yang merasakan dan menilai *kegagalan* PPKM, dengan ujud penolakan dan perlawanan dibeberapa daerah, akibat praktek praktek kekerasan dan tekanan dari petugas PPKM disatu sisi, dan pengabaian serta kebebasan / kelonggaran TKA Cina yang masuk ke Indonesia pada saat pelaksanaan PPKM disisi lain

Tindakan ini dianggap pemikiran bukan akal sehat karena justru lebih mengutamakan kepentingan orang asing dibanding kepentingan rakyat sendiri

Rakyat juga menilai, bahwa pemerintah hanya mampu membatasi kegiatan masyarakat, tapi tidak mampu mengatasi kesulitan dan penderitaan rakyat, meskipun belakangan ada kucuran bansos dari pemerintah yang dirasa terlambat, yang berkesimpulan *PPKM tidak efektif*

Dari kacamata asing, juga menilai kurang efektifnya PPKM ini, yang ditandai dengan adanya penarikan beberapa warganya yang dievakuasi kenegaranya

Dari kaca mata wilayah juga menilai, kenapa pandemi Covid -19 yang telah menjamah seantero dunia termasuk Nusantara ini, tidak dilaksanakan secara serentak bersamaan, yang hanya diargumeni pembenaran dari pemerintah sendiri

Alhasil kalkulasi dari semua penilaian ditengarai dengan ketidak puasan masyarakat atau dengan kata lain *PPKM gagal, tidak perlu dilanjutkan !*

Maka hendaknya, ini menjadi intropeksi bagi rezim ini agar kedepan penanganan terhadap Covid -19 dilakukan dengan tepat guna dan daya guna optimal, tidak mubazir dan bermanfaat untuk semuanya

( Bandung, 22 Juli 2021, Sugengwaras )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here