Relawan Jokowi Kecam Tindakan Penusukan

0
201

Jakarta.- Penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto harus dijadikan pembelajaran untuk meningkatkan pengamanan terhadap pejabat negara, terutama menjelang pelantikan Presiden dan wakil Presiden pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Pengkajian Informasi Pembangunan Bangsa (LPIPB) Monisyah Hutabarat ketika ditemui di Plaza Indonesia, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Monisyah mengatakan sebagai anak bangsa, “kami mengutuk tindakan biadab dan perbuatan radikal terhadap pejabat tinggi negara ini. Kami sangat sesalkan kejadian ini kenapa bisa terjadi. Kami tidak menyalahkan siapapun, tapi kami berharap kedepan aparat keamanan dapat meningkatkan pengamanan terhadap pejabat negara,” pungkasnya.

Pihaknya juga mengajak seluruh komponen anak bangsa harus lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap kelompok-kelompok radikal, terutama menjelang pelantikan Presiden dan wakil Presiden. Kami pengurus LPIPB mengajak seluruh pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres lalu untuk mengawal dan mensukseskan pelantikan ini.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Seknas Jokowi, Jon Sinaga. Dia berharap semua pihak bisa menghargai hasil Pilpres 2019 dan tidak mengganggu pelantikan Presiden dan wakil Presiden.

“Kalaupun ada rasa suka dan tidak suka, itu adalah pilihan. Tapi janganlah kita melakukan tindakan anarkistis untuk menunjukkan jati diri. Kita bangga beberapa negara mengakui demokrasi di Indonesia sudah sangat baik, perlu dicontoh, tapi mengapa sekarang terjadi anarkisme terhadap individu. Itu artinya ada jaringan-jaringan yang tidak suka terhadap pemerintahan sekarang,” ucapnya.

Pihaknya berharap aparat kepolisian menuntaskan kelompok-kelompok tersebut hingga ke akar-akarnya.

Sementara itu, Seknas Dakwah Jokowi se-Jabodetabek Rizal Maulana menganggap penusukan terhadap pejabat tinggi negara merupakan perbuatan yang sangat keji. Tidak sepantasnya di dalam negara yang sudah merdeka dan berdaulat ini terjadi berbagai kekerasan terhadap salah satu pemimpin negara.

“Kami seribu ulama dalam Seknas Dakwah Jokowi sangat mengecam dan mengutuk sangat keras kejadian ini. Allah SWT tidak akan pernah rela melihat umatnya menyakiti satu umat lainnya, menyakiti satu dengan yang lain,” imbuhnya.

Pihaknya berharap penegak hukum bisa menyelidiki siapa dalang di balik semua ini. Seknas Dakwah Jokowi mengimbau agar menerapkan hukum setegak-tegaknya. (Elwan)