Redam Anggota, Diduga PP IPPAT Harus Bohong

1
682

INAPOS, JAKARTA,- Skandal MoU Notaris dan Bank BTN yang tidak diakui oleh Ketua Umum IPPAT walau saat pengakuan Sekretaris Umum (Sekum) Priyatno Pujakesuma, SH ketika ditanya Majelis Hakim pada sidang Rabu (20/10/2019) lalu, Ia benar telah menandatangani MoU bersama Ketum IPPAT, Julius Purnawan, SH terus mendapat tanggapan dan kini datang dari Notaris anggota IPPAT.

Tanggapan serta kecaman kini datang dari Tagor Simanjuntak, SH yang merupakan Notaris dan PPAT yang berkantor di Yogyakarta.

“Sewaktu saksi tergugat yang kebetulan Sekum IPPAT ditanya perihal MOU dengan BTN yang bersangkutan menjawab bahwa benar Sekum dan Ketum yang tanda tangan,” jelas Tagor menanggapi isi surat yang dikeluarkan PP IPPAT ditujukan kepada Pengurus Wilayah( Pengwil) IPPAT Jawa Barat, Rabu (20/11/2019) melalui pesan Whatsappnya kepada Redaksi.

Ketika ditanyakan, pengakuan tidak langsung Ketum IPPAT dalam surat PP IPPAT kepada Pengwil IPPAT Jabar. Apa sebenarnya untung ruginya bagi anggota IPPAT khususnya dan bagi Notaris umumnya dengan adanya MoU Notaris dan Bank BTN. “PP IPPAT(status quo) diujung tanduk, satu-satunya cara untuk meredam anggota IPPAT adalah berbohong, karena kalau sampai yang bersangkutan mengakui itu MOU, habislah si JP mengingat Pengwil IPPAT Jabar merupakan basis utama pendukungnya,” jawabnya.

Lanjut Tagor, dengan adanya MOU sangat merugikan bagi PPAT kebanyakan. “Hanya pemodal gede yang punya akses pekerjaan dengan Bank BTN. Ini akan menjadi presedent buruk, karena akan diikuti bank-bank yang lain. Ini merupakan modus baru KKN dengan kamuflase deposito. Ini melanggar kode etik jabatan. MoU itu hanya menguntungkan pengurus dan segelintir anggota yang menjadi Tim hore PP IPPAT. MKP IPPAT lumpuh tak punya gigi, terkesan sebagai tukang stempel,” lanjutnya.

Menurutnya, MKP IPPAT tidak bisa diharapkan untuk bisa mengawasi dan mengontrol PP IPPAT.

“Sepertinya tak ada harapan, karena selama ini selalu mentolerir penyimpangan PP IPPAT (status quo),” tutupnya.

Kembali, semua pihak terkait dengan MoU kembali bungkam, bahkan Menteri ATR/BPN pun seperti enggan memberikan tanggapan. (Cep’s)


Komentar Anda?

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here