Razman Berharap Majelis Hakim Tunda Putusan Gugat Cerai FS

0
45

KOTA CIREBON.- Jelang agenda putusan gugat cerai antara Fs dan IE di Pengadilan Agama Sumber. Kuasa hukum IE Razman Arif Nasution berharap majelis hakim untuk netral dan tidak ada keberpihakan.

Menurutnya, agenda putusan di Pengadilan Agama Sumber Kabupaten Cirebon, sebenarnya tidak berdasar. Pasalnya, dokumen negara yakni buku nikah yang menjadi objek patut di uji oleh pihak yang terkait.

“Kalau bicara putusan, harusnya majelis hakim menunda terlebih dahulu, karena buku nikah Fifi sedang di proses keabsahannya di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung dan majelis hakim harus melihat fakta tersebut. Kalau sampai putusan berarti ada keberpihakan,” katanya Rabu (30/12/20).

Razman melanjutkan, bila sampai ada dugaan majelis hakim berpihak ke penggugat, maka pihaknya akan mengambil langkah hukum dengan melaporkannya ke Komisi Yudisial.

“Kami akan lihat, kalau sampai majelis hakim mengabulkan penggugat, kami akan mengambil langkah hukum juga dengan melaporkannya ke Komisi Yudisial. Karena kami menilai majelis hakim tidak melihat fakta – fakta yang kami berikan,” tegasnya.

Sikap tegas pengacara kondang ini, di dasari pemahaman hukum dan tidak ada dasar, majelis hakim mengabulkan gugatan penggugat. Pihaknya beralasan, buku nikah Fifi Sofiah masih harus di uji sehingga majelis hakim harus menunda putusan sampai ada hasil di PTUN Bandung maupun Polda Jateng dan Polda Jabar.

“Tidak ada dasar, hakim mengabulkan gugatan saudara Fifi. Alasannya apa? Pertama, hampir dapat dipastikan melalui pemeriksaan yang ada, buku nikah itu diduga tidak sah. Ingat hampir dapat dipastikan. Saya tidak bisa memastikan karena saya bukan orang penegak hukum. Tapi saya katakan hampir dapat dipastikan kenapa? Karena kami membuat dua laporan di kepolisian. Pertama di Polda Jabar yang peduli Polda Jateng,” ujarnya.

Selain itu, dari saksi pernikahan ada yang merasa di tipu oleh pihak penggugat, dan sudah di konfrontir di Polda Jabar. Sementara di Polda Jateng ditemukan juga terbitnya buku nikah. Selain itu, data nama Fifi Sofiah selalu berubah – ubah dan mempunyai beberapa KTP.

“Terlihat bahwa di situ nama Fifi Sofia tidak sesuai dengan buku nikah baik yang mereka terbitkan dan duplikat, seperti yang ada di Cirebon tidak sesuai begitu juga dengan Cilacap, tidak sesuai. Bahkan tanggal tempat lahirnya pun berbeda – beda,” pungkasnya. (Kris)