Rapimnas Kadin di Solo Apresiasi Menteri Amran

0
275

SOLO, JATENG – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, memaparkan Kinerja Kementerian Pertanian, sejak dipercaya memimpin kementan Oktober 2014 hingga saat ini, dihadapan peserta Rapimnas Kadin, sesaat sebelum ditutup Presiden RI. Joko Widodo, siang tadi, di Hotel Alila Kota Solo. Andi Amran, membuka paparannya dengan menunjukkan surat yang dikirimkan Kepala BPS, tentang capaian ekonomi dimana, sektor pangan menjadi penyumbang terendah angka inflasi yang 1,26 persen, ini bukti bahwa kebutuhan “Sembako” (Sembilan Bahan Pokok) ditengah masyarakat kita cukup, ujar mentan, yang langsung mendapat aplaus dari peserta rapimnas. Andi Amran Sulaiman, membandingkan Inflasi Sektor Pangan, ketika baru menjabat di tahun 2014, yang mrncapai 10,5 persen. Luar biasanya, ujar Amran, ditengah Rendahnya Inflasi Sektor Pangan, NTP dan NTUP, justru naik, prediksi kita, hingga akhir 2018, Inflasi Sektor Pangan, sekitar 1,26 hingga 1,6 persen. 

Menteri Amran, menguraikan, Terobosan Awal, mulai dari Reformasi Birokrasi, Refocussing Anggaran, Deregulasi Sistem Pengadaan Barang dan Jasa, pada sisi reformasi birokrasi, Amran, memutar balikkan “Budaya Feodal” dalam dunia birokrasi di lingkup kementan. Jabatan Struktural bukan lagi “Warisan”. Reward dan Punishmen dibuktikan tanpa melihat siapa pejabatnya, lebih dari 1400 Personil ASN, mendapatkan Sanksi, mulai dari mutasi, penundaan kenaikan pangkat, penurunan pangkat, pensiun dini hingga pemecatan dengan tidak hormat.

Refocussing Anggaran dan Deregulasi Sistem Pengadaan Barang dan Jasa.

Menteri Amran, kembali membuat jajaran Kementerian Pertanian, terkaget-kaget, ketika memerintahkan, menyisir anggaran, lebih dari 48 persen APBN Kementan, peruntukannya untuk Perjalanan Dinas, Pemeliharaan Gedung, Seminar, hingga Pangadaan Kenderaan Dinas, langsung dicabut dengan nilai 800 milyar, bahkan Menteri Amran, melakukan “Moratorium” pengadaan kendaraan dinas, anggaran 800 Milyar, dipindahkan untuk pambelian Traktor Roda 2 dan 4, kita dahulukan Petani, tegasnya. Tahun 2014, pengadaan barang dan jasa di kementan melalui tender, kegiatan tersebut langsung dievaluasi, menteri, mengajuhkan permohonan kepada Presiden, agar proses tender ditiadakan, berdasarkan kunjungan langsung menteri pertanian kelapangan, petani sering mengeluhkan keterlambatan bantuan pemerintah, karena proses tender. Presiden dalam waktu 2 hari langsung memenuhi permintaan Amran, era baru dimulai, mulai dari rehabilitasi irigasi hingga pengadaan alsintan semua proses tender ditiadakan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari proses ini, KPK diminta menempatkan stafnya di kementan, hingga tahun ini 300 ribu unit lebih, bantuan alsintan didistribusikan ke petani seluruh indonesia, bukan hanya traktor, transanter, combine harvester hingga eskavator dibagikan, dan terbukti Provitas Petani Meningkat, untuk tahun pertama 2016, produksi gabah naik drastis impor beras 0 persen.
Gebrakan Menteri Amran, memang luarbiasa, daerah tingkat 1 dan 2, Propinsi dan Kabupaten/Kota, diwanti-wanti, dari sejak awal, bila bermain-main dengan APBN, atau tidak mencapai target, semua fasilitas yang dibiayai APBN akan ditarik dan tahun berikutnya di nol kan, alias tidak mendapat bantuan. 2015 Upsus PaJaLe (Upaya Khusus Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai), terbukti 2 tahun berturut-turut 2016/2017, tidak ada impor beras, bahkan hingga kini terbukti beras impor belum satu butirpun ditemukan di pasar, dan Jagung selalu impor 3 juta ton, kini sudah ekspor hingga 500.000, ton, 2016 Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting), dengan membagikan gratis 3 juta ampul semen sapi unggul dari simental dan limousin, mewujudkan mimpi peternak memiliki sapi dengan rata-rata bobotnya 1 hingga 1,5 ton, dan saat ini sudah ada pertambahan populasi sapu peternak hingga 5 juta ekor di seluruh indonesia, berulang-ulang paparan Menteri Amran, mendapat aplaus dari peserta rapimnas kadin, yang datang dari seluruh propinsi.
Menteri Amran, diakhir paparannya menunjukkan data-data valid dari BKPM, realisasi investasi sektor pertanian di Indonesia baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) selama 2018 mencapai Rp 61,58 triliun. Jumlah tersebut melebihi
realisasi investasi 2014 yang naik 50 persen, tapi jika dibandingkan dari 2013 ke 2018 naik 110 persen,” ujar Amran.
Menteri Amran, bukan orang asing di lingkungan Kadin, karena sebelum aktif di pemerintahan, Andi Amran Sulaiman, adalah pengusaha yang terbilang sukses, hingga saat ini pun masih duduk sebagai ketua kadin propinsi sulawesi selatan, beberapa peserta Rapim Kadin, yang dimintai keterangan dan tsk mau disebut namanya, memberikan Apresiasi, “Andi Amran Sulaiman”, beliau ini “Manusia Luar Biasa”, tidak mau menyerah, setiap hal yang diinginkan akan diperjuangkan sampai berhasil, makanya tidak heran bila beliau sukses menangani Sektor Pertanian, pungkas pengusaha manufaktur dari Kadin Jawa Timur, tersebut. (red)