Rahmat : Ijtima Ulama ke III Sudah Ada Muatan Politik

0
96

Inapos, Jakarta.- Ijtima Ulama III yang digelar di Hotel Lor Inn Sentul Bogor hari ini, mendapat penolakan dari sejumlah ormas. Adapun agenda Ijtima Ulama yang ke III, salah satu agendanya membahas dugaan kecurangan yang terjadi dalam Pilpres 2019.

Untuk itu, Forum Umat lslam Bersatu (FUIB) dan Gabungan Ormas Kemahasiswaan dan Kepemudaan secara tegas menyatakan menolak berbagai isu provokasi dan people power yang dihembuskan oleh kelompok atau Ormas yang tidak bertanggung jawab dan menolak pelaksanaan Ijtima Ulama ke III, yang dinilai merupakan gerakan provokasi terhadap ummat. Hal itu disampaikan Ketua FUIB, Rahmat Himran dalam jumpa pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (01/05/19).

Rahmat menilai, “pesta demokrasi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 telah usai. Seluruh rakyat Indonesia telah menentukan pilihannya secara konstitusional dibilik suara pada tanggal 17 April 2019 Kemarin. Oleh karena itu, kami dari Forum Umat Islam Bersatu, gabungan Ormas kemahasiswaan dan Kepemudaan mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama mengawal demokrasi Indonesia dengan damai, aman dan tertib sampai pada saat pleno penetapan oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) pada tanggal 22 Mei 2019,” tegas Rahmat.

Menurutnya, siapapun Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang akan ditetapkan nanti oleh KPU Rl, sebagai penyelenggara Pemilu resmi yang dibentuk oleh Negara dan dilindungi oleh undang-undang, maka itulah yang merupakan pilihan rakyat Indonesia.

“Kita jangan mudah terpancing dan terprovokasi dengan isu people power yang dihembuskan oleh kelompok dan ormas yang tidak bertanggung jawab, yang menginginkan bangsa ini chaos hingga mengakibatkan sesama anak bangsa akan saling berhadap-hadapan satu sama Iain,” ujarnya.

Sementara itu terkait dengan Ijtima Ulama III yang hari ini sedang berjalan di Sentul Bogor, FUIB menilai bahwa Ijtima Ulama yang ketiga ini sudah ada muatan politik yang sangat berpotensi ditunggangi oleh kepentingan politik, dan dikhawatirkan akan mengarah kepada isu-isu yang berbau provokasi untuk melakukan people power terhadap hasil Pemilu pemilihan Presiden yang dilakukan 17 April kemarin.

“FUIB mendesak kepada Polri agar segera menindak tegas para provokator yang mencoba memainkan isu people power yang dapat berujung chaos sesama anak Bangsa,” pungkasnya.

Adapun gabungan ormas yang menolak Ijtima Ulama III, diantaranya Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), Generasi Mahasiswa Nusantara (GMN), Forum Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (FMPI) dan Jaringan Aliansi Aktifis Nasional (Jarnas). (Elwan)


Komentar Anda?