Raden Udin Khaenudin

CIREBON,- Kancah perpolitikan tanah air sudah semakin memanas, perebutan kursi pimpinan baik Presiden, Gubernur, Bupati dan Walikota mulai menjadi perbincangan.Demikian pun perebutan Bupati dan Wakil Bupati Cirebon telah mulai memperlihatkan geliat. Kabar siapa saja yang akan turun dalam kancah tersebut, telah menjadi bahan bahasan beberapa kalangan.

Raden Udin Khaenudin, namanya sudah mulai pula masuk dalam perbincangan. Beberapa informasi yang diterima redaksi, Pria yang merupakan keturunan Keraton Cirebon dari Trah (Keturunan-red) Pangeran Suryanegara adik dari Sultan Matangaji dan  Trah dari Pangeran Chakrabuana atau Mbah Kuwu Cirebon ini akan mencalonkan diri menjadi Wakil Bupati Cirebon.

“Betul, saya siap bertarung dalam kancah perebutan Bupati dan Wakil Bupati Cirebon dan saya dalam posisi Wakil Bupati. Ini pun saya didukung oleh keluarga besar Mertasinga,” jawab Raden Udin kepada redaksi, Jum’at (2/9/2022).

Menurut Pria yang mempunyai julukan Raja Utara ini, sudah waktunya Keluarga besar Mertasinga turun ke kancah perpolitikan. “Waktunya tatanan Kabupaten Cirebon dikembalikan kepada akar budaya serta marwah yang dimulai oleh leluhur yaitu Ki Kuwu Sangkan atau Pangeran Chakrabuana yang diteruskan oleh ponakannya Sunan Gunung Jati atau Syeikh Syarief Hidayatullah. Ini artinya bahwa Cirebon itu sebagai wilayah yang sangat menjunjung tinggi budaya ke-islamannya. Ini bukan hanya bagi pihak Keraton namun juga bagi pihak pemerintahan diluar Keraton. Karena, dengan menjalankan roda pemerintahan berdasarkan agama yang kuat, maka rasa kepedulian terhadap rakyat lebih diutamakan,” papar Raja Utara ini.

Atas dasar tersebut lah, Ia mengingatkan kembali kepada keluarga besar Mertasinga yang merupakan trah langsung dari Pangeran Suryanegara atau Trah Ki Kuwu Sangkan dan Trah dari Kerajaan Singhapura harus bersatu terjun ke kancah politik untuk membangun Cirebon. “Kami yang merupakan keluarga Mertasinga ini merupakan cikal bakal berdirinya Keraton Cirebon. Ini dikarenakan di Mertasingalah pusat Kerajaan Singhapura yang merupakan awal sebelum adanya Keraton Cirebon dan wilayah kelahiran dari neneknya Syeikh Syarief Hidayatullah yaitu Subang Larang atau Subang Krancang. Maka saya berharap agar keluarga besar Mertasinga mulai merapatkan barisan, untuk kembali memperkuat persaudaraan dan ikut terjun keranah politik. Karena mungkin dengan cara begini, kita dapat membenahi Cirebon khusunya Kabupaten Cirebon dengan mengembalikan lagi marwah leluhur hingga dapat mencapai Cirebon yang makmur baik dari wilayah Utara hingga Timur Cirebon tanpa ada lagi rasa disisihkan,” harap Raden Udin.

Saat ditanyakan dirinya akan menggunakan kendaraan partai apa, Ia menjawab bahwa saat ini PKB yang telah melirik dirinya.”Kami telah melakukan pembahasan kecil-kecilan dengan Ketua PKB Kabupaten Cirebon tentang hal ini dan Ketua sangat mendukung bahkan mendorong saya untuk maju menjadi Wakil Bupati Cirebon,” jawabnya.

Tasya Soemadi Al-Gotas

Tokoh Cirebon yang juga Tokoh Politik Cirebon, Tasya Soemadi Al-Gotas atau yang akrab disapa Gotas pun mendukung rencana Raden Udin tersebut. ” Ooh mangga bagus itu, apalagi beliau orang keturunan Kesultanan Cirebon, kalau punya niat untuk membangun Kabupaten Cirebon supaya lebih baik, saya setuju….nuhun,” jawab Gotas saat ditanyakan bagaimana tanggapannya terkait rencana Raden Udin tersebut, kepada redaksi melalui pesan Whatsappnya.

Sekedar informasi, masa Bupati dan Wakil Bupati Cirebon berdasarkan UU Nomor 10/2016 tentang Pilkada Pasal 201 ayat 5 menjelaskan, masa jabatan kepala daerah yang pelaksanaan Pilkadanya 2018 maka akan berakhir pada 2023. Kedua, jika melihat SK Kemendagri maka akhir masa jabatan Bupati Cirebon Imron akan selesai pada September 2024. (Cep’s)