Rabu Pagi, Pelayanan KUA Cikampek di Keluhkan Warga. Ini Penjelasannya..

0
743

KARAWANG, inapos.com – Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama yang diperingati setiap tanggal 3 JanuariĀ  merupakan hari bersejarah bagi Kementerian Agama, hal itu seiring dengan PMA No.6 tahun 1956. Pada saat ini, kehadiran Kementerian Agama genap berusia 72 tahun, tepat hari kelahirannya di 3 Januari 1946.

Umur 72 tahun merupakan usia yang cukup matang bagi perjuangan dalam kehidupan sebuah organisasi dalam konteks berbangsa dan bernegara. Kiprah Kementerian Agama selama ini telah berhasil dengan berbagai program pembinaan kehidupan umat beragama dan kerukunan umat beragama yang masyarakatnya memiliki pluralitas pemeluk agama.

Namun dampak dari perayaan HAB di Kabupaten Karawang, Jawa Barat yang mewajibkan seluruh unsur lembaga yang berada dibawah Kemendag hadir dalam apel perayaan HAB membuat kantor KUA Kecamatan Cikampek, Karawang, Jawa Barat kosong alias tak berpenghuni, bahkan pintu kantor KUA Kecamatan Cikampek ditutup disertai tulisan pengumuman “Maaf sedang upacara dulu di Karawang!”.

“Saya pagi jam 10 mau ngurus surat tanah wakaf. Ko pada gak ada, sepi, kantor KUA ada tulisan tutup istirahat. Sedang mengikuti apel amal bakti katanya. Emang melayani warga juga bukan suatu amal bakti. Apa?” keluh Syahrul kepada wartawan, Rabu (3/1) pagi.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala KUA H. D. Munawar A.H S. Ag., M.Si langsung meminta maaf kepada warga yang sudah terkendala mengurus berkas ke kantor KUA Kecamatan Cikampek. Namun demikian, dia juga menyebutkan, sebelumnya sudah ada sosialiasi akan adanya perayaan HAB yang diikuti wajib seluruh pegawai KUA di tanggal 3 Januari 2018.

“Saya minta maaf, memang sebelumnya pelayanan ditanggal 3 Januari ini sudah di informasikan, bahkan acara pernikahan pun juga kami memohon pengertiannya dari masyarakat, karena karyawan semuanya di wajibkan ikut dalam apel perayaan HAB ini,” katanya saat ditemui inpos.com, Rabu (3/1) siang.

Kedepannya dia berharap, seiring mamaknai HAB. KUA Cikampek bisa lebih amanah, ikhlas serta memaksimalkan pelayana yang ada. “Karena kita bergerak di pelayana mau tidak mau, bisa memaksimalkan yang ada,” pungkasnya.(red/den)