BG Pusaka Balaikota Bogor Dibangun Pada 1920

0
173

INAPOS, JAKARTA,- Balaikota Bogor atau Bangunan Gedung Pusaka Balaikota Bogor kini sedang dalam kajian yang dilakukan oleh Komite Pengkajian dan Penulisan Naskah serta Materi Kesejarahan Kota Bogor atau disebut Komite Sejarah.

Berdasarkan rilis draft yang diterima redaksi melalui pesan Whatsapp disampaikan oleh Raden Ace Sumanta, bahwa Komite Sejarah menyimpulkan sementara BG (Bangunan Gedung) Balaikota Bogor dimaksud adalah aset Kota Bogor sebagai Kota Pusaka (Perwal 17 Tahun 2015).

Berikut kutipan lengkap draft tersebut.

*KOMITE SEJARAH 📖✒*
*(Komite Pengkajian dan Penulisan Naskah dan Materi Kesejarahan Kota Bogor)*

_<Draft untuk disempurnakan dalam rapat pekan depan>_

*Kesimpulan Sementara Kegiatan Pengkajian, yang difasilitasi Diskarpus Kota Bogor, tentang Sejarah Balaikota Bogor, Jl. Ir. Juanda 10.*

(1). *Bahwa BG (Bangunan Gedung) Balaikota Bogor dimaksud adalah aset Kota Bogor sebagai Kota Pusaka (Perwal 17 Tahun 2015)*

(2) *Menjawab pertanyaan2 dari Bp. Walikota* sebagai berikut: …

2A. Kapan BG Pusaka Balaikota Bogor dibangun?

Informasi yang telah dikumpulkan dan dikaji Komite Sejarah menunjukkan bahwa:

*a. bahwa BG Pusaka tersebut sudah digunakan oleh Burgemeester Buitenzorg pertama yaitu A. Bagchus (1920-1927).* Dalam peta peta kota edisi 1914 tampak bahwa BG tersebut belum berbentuk seperti massa bangunan yang sekarang. Masih berupa bangunan kecil, yang belum jelas peruntukannya.

b. bahwa BG Pusaka baru dibangun/digunakan untuk Burgemeester Buitenzorg (Walikota) definitif pada 1920, oleh karena sebelumnya Gemeente Buitenzorg dipimpin langsung (rangkap) oleh Asisten Residen Buitenzorg.

Komite Sejarah mengusulkan akuisisi salinan peta dan foto dari sumber yang asli.

2B. Bagaimana penjelasan tentang BG Pusaka Balaikota dimaksud?

#1. Pada peta edisi 1867(?), jelas BG Pusaka Balaikota *belum ada*. Lahan di sisi Bangunan Residen Buitenzorg (Bakorwil) hingga Jl. Banten (Kapten Muslihat) masih lahan terbuka dan kosong (tanpa bangunan).
<Referensi: Peta 1867 (?)>

#2. Pada peta edisi 1896(?) yang aktual hingga 1905, dimana Katedral Bogor *belum berdiri*, tampak jelas bahwa sudah ada *bangunan kecil* di lokasi BG Pusaka Balaikota, tetapi jelas bangunan kecil itu *bukan Balaikota yang sekarang*.
<Referensi: Peta 1867 (?)>

#3. Pada peta edisi 1896(?) yang aktual hingga 1905, sudah tampak BG *’Societeit’*.
Artinya *BG Pusaka Balaikota adalah berbeda fisik lahan dan bangunan dengan ‘Societeit’*.
Hal ini makin jelas di peta edisi 1914 dan edisi 1917.
Jadi, *informasi yang tercantum di berbagai situs terkait Pemkot Bogor, tentang Balaikota adalah eks’ Societeit’ adalah sebuah kesalahan besar yang wajib dikoreksi.*

<Referensi: Peta 1867 (?); Peta 1905; Peta 1914; Peta 1917; foto2>

2C. Siapa saja Pemimpin Kota pengguna BG Pusaka Balaikota dimaksud?

Komite Sejarah sudah mengumpulkan data nama2 pimpinan Kota Bogor/Buitenzorg dengan kurun waktu:
a. 1905-1920 (pejabat dirangkap Asisten Residen Buitenzorg),
b. 1920-1942 (dipimpin Burgemeester Buitenzorg),
c. 1942-1950 (pejabat masa PD II dan Revolusi Kemerdekaan),
d. 1950-kini (Walikota Kota Bogor).

*Sangat diperlukan kegiatan khusus berupa pengumpulan informasi dan akuisisi arsip yang lebih banyak, spesifik dan otentik, untuk dapat menuliskan narasi sejarah yang kuat*.

Kota Bogor, 28/02/2020.

Demikian disampaikan oleh
*Komite Sejarah* :
1. Dr. Tb. Najib (Arkeologi dan Sejarah)
2. Taufik Hassuna (Sejarah dan Kebudayaan)
3. Rachmat Iskandar (Sejarah dan Cagar Budaya Kota)
4. Ace Sumanta (Literasi dan Sejarah)
5. Dayan DLA (Sejarah dan Lingkungan Binaan).

#Komite-Pengkajian-dan-Penulisan-Naskah-dan-Materi-Kesejarahan-Kota-Bogor: 2020
#KomiteSejarah

Editor : Cecep Supradin