Pupuk Kujang Wujudkan  Bangun Sarana Prasarana Pedesaan di Tasikmalaya

0
796

TASIKMALAYA – PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai BUMN holding produsen pupuk mendorong program Padat Karya Tunai (PKT) yang disalurkan khususnya pada perbaikan dan pembangunan sarana dan prasarana pendukung pertanian di pedesaan.

Hal ini sebagai salah satu bentuk nyata untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, dengan membangun sarana prasarana perdesaan melalui pendayagunaan sumber daya alam berbasis pemberdayaan masyarakat.

Seperti yang dilakukan di Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaresik tasikmalaya kemarin 12 Mei 2018. Melalui PT Pupuk Kujang, produsen pupuk yang bertanggung jawab distribusi pupuk di wilayah Jabar-Banten telah menyalurkan bantuan dana PKBL (program kemitraan & bina lingkungan) untuk Padat Karya Tunai perbaikan saluran irigasi sepanjang dua kilometer dengan lebar dua meter yang dikerjakan secara gotong royong oleh sedikitnya 400 warga desa Tanjungsari.

Disampaikan Indra Armansyah Direktur Sumber Daya Manusia PT Pupuk Kujang, PKT ini merupakan salah satu peran produsen pupuk dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

“Dengan Bantuan PKT ini diharapkan dapat membangun kekuatan kebersamaan, keswadayaan gotong-royong dan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan bagi masyarakat pedesaan,” katanya.

Menurutnya, saluran irigasi yang diperbaiki secara kebersamaan dan gotong royong ini tentunya dapat terselesaikan lebih cepat, sehingga permasalahan pertanian khususnya di desa Tanjungsari juga dapat segera teratasi.

Dikatakan Indra, pekerjaan padat karya tunai di desa Tanjungsari meliputi perbaikan dinding saluran air, perbaikan pintu air dan pengangkatan lumpur serta normalisasi saluran irigasi sepanjang dua kilometer.

“Sifat kegiatan Program Padat Karya adalah Swakelola yakni mengutamakan tenaga kerja dan material lokal desa yang berasal dari desa setempat sehingga mampu menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa,” jelas Indra.

Wahyu Supriyanto Staf Utama Direktur SDM & Tata Kelola PT Pupuk Indonesia (Persero) menambahkan, bantuan berupa padat karya ini selain memberikan nilai tambah ekonomi dengan meningkatknya produksi pertanian dan pendapatan petani, juga memberikan dampak sosial tumbuhnya rasa gotong royong masyarakat.

Pada kesempatan yang sama dikatakan Amas Kepala Desa Tanjungsari, bahwa seluas 116,62 hertar wilayah Desa Tanjungsari penduduknya bergantung pada lahan pertanian, bantuan ini merupakan angin segar yang ditunggu-tunggu sejak lama.

Sementara itu informasi terkait kebutuhan pupuk pada musim tanam gadu di wilayah Tasikmalaya sampai dengan awal Mei 2018 telah tersalurkan pupuk urea bersubsidi sebanyak 8.316 ton atau 72,65% dari kebutuhan menurut ketetapan Distan sebanyak 11.446 ton.

Sedangkan stok pupuk urea bersubsidi di gudang lini III kabupaten/kota Tasikmalaya sampai dengan awal Mei 2018 tersedia sebanyak 871,30 ton, hal ini diakibatnya belum meratanya pemakaian pupuk dibeberapa daerah.

“Dengan lancarnya operasional dua pabrik yang menghasilkan sebanyak 3.000 ton urea per hari, pihaknya selaku produsen memastikan kebutuhan petani di kabupaten/kota Tasikmalaya aman,” tutup Indra.(rls/den).