KARAWANG – Manager Humas PT Pupuk Kujang Cikampek, H Ade Cahya memastikan kepada para petani yang sedang menghadapi musim kemarau bekepanjangan untuk tidak khwatir dikedapannya akan kekurangan pupuk. Sebab, PT Pupuk Kujang Cikampek
sudah menyiapkan 120 ribu ton pupuk subsidi dan non subsidi yang disimpan disepanjang jalan Kwasan Industri Kujang Cikampek (KIKC) hingga tak tertampung di gudang lini III.

Menurut Manager Humas PT Pupuk Kujang Cikampek, H Ade Cahya mengatakan, penumpukan pupuk sebanyak 120 ribu ton lantaran saat ini para petani tengah menghadapi musim kemarau berkepanjangan dan para petani juga enggan mengalami kerugian akibat minimnya persediaan air untuk pengairan ke areal persawahan serta perkebunan milik para petani diberbagai daerah yang terdistribusikan oleh PT Pupuk Kujang Cikampek.

“Saat ini petani sedang menghadapi musim kemarau, petani enggan merugi dan kemungkinan karena musim kemarau ini, petani juga belum membutuhkan pasokan pupuk,” kata Ade Cahya kepada  wartawan, Rabu (06/09).

120 ribu ton yang memadati sebagian jalan di KIKC, lanjut Ade, karena tidak tertampung di gudang pabrik, karena belum ada penyerapan oleh petani sehubungan musim tanam sebagian wilayah masih menunggu datangnya hujan.

“Sedangkan produksi tidak pernah berhenti. Dipastikan stok pupuk aman karena berlimpah disaat petani membutuhkan nanti,” ungkapnya.

Ade juga mengatakan, stok pupuk untuk musim tanam gadu kedua ini sangat aman. Saat ini, stok urea mencapai sekitar 70 ribu ton. Sedangkan untuk pupuk dengan jenis NPK tersedia sekitar 50 ribu ton dan organik  Sekitar 3.500 ton.

Dengan memiliki Gudang Lini III, gudang yang berada di tiap-tiap Kabupaten atau Kota di Jawa Barat, Ade memastikan bahwa stok persediaan pupuk aman hingga musim tanam gadu ke tiga.

“Saat ini, pupuk sudah ada di gudang lini III atau gudang kabupaten. Supaya, lebih dekat dengan petani disaat para petani membutuhkan pasokan pupuk,” kata Ade.

Dijelaskannya, sebanyak 25 gudang yang tersebar di 17 Kabupaten atau Kota seluruh Provinsi Jawa Barat dengan kapasitas total 113.000 ton,  dibantu juga oleh kurang lebih 85 distributor pupuk yang siap mendistribusikan pupuk sampai ke kios resmi sesuai dengan Permentan dan Pergub saat ini.

“Yah, sesuai yang tadi saya jelaskan, stok pupuk yang ada di gudang lini tiga, di pastikan akan tetap aman untuk kebutuhan petani menghadapi musim gadu ke dua. Di gudang lini III sudah tak tertampung makanya kita tampung dulu sementara di sebagian jalan yang ada di KIKC ini,” ujarnya.

Adapun, sambung Ade, harga untuk pupuk bersubsidi tersebut, sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah di tetapkan oleh pemerintah.

“HET per kilo untuk pupuk Urea sebesar Rp1.800 per kilogram, pupuk NPK sebesar Rp2.300 per kilogram dan untuk pupuk Organik sebesar Rp500 per kilogramnya,” paparnya.

Namun, dirinya juga menjelaskan bahwa HET tersebut bisa tercapai apabila para petani membeli pupuk dalam kantong 50 kilogram (bukan eceran atau kiloan).

“Dibelinya secara tunai bukan pembayaran setelah panen baru bayar atau biasa disebut Yarnen (bayar panen). Dan membelinya juga di kios resmi serta tidak dalam bentuk paket zat lain seperti ZA atau TSP,” pungkas Ade.

Pupuk Kujang sebagai produsen pupuk dalam mendukung program ketahanan pangan, memastikan bahwa stok pupuk ada di kios resmi dan dapat dibeli oleh petani.(den)