Puluhan Pemuda Desak KPK Periksa Ketum Golkar

0
285

Jakarta.- Puluhan pemuda yang menamakan Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi (KMAK) mendatangi Gedung KPK. Dalam aksinya mereka menuntut KPK agar Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto untuk di proses dan diperiksa, karena nama tersebut diduga kuat terlibat kasus Korupsi PLTU Riau-1.

Dalam orasinya, Kordinator Lapangan (Korlap) Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi, Abdur Rais mengatakan hal ini terindikasi dengan munculnya nama Menteri Perindustrian yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Ketua Fraksi Golkar Melchias Marcus Mekeng yang diduga kuat ikut terlibat. “7Namun sampai hari ini tidak pernah dipanggil dan diperiksa oleh KPK, meskipun dalam beberapa media, KPK menyatakan berpeluang untuk memanggil Airlangga sebagai saksi dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1,” kata Abdur di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Sebelumnya, sambung Abdur, dalam perkara ini KPK telah menjerat tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah Eni Maulani Saragih (Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar), Johannes Budisutrisno Kotjo (Pemegang Saham Blackgokd Natural Recourses) dan Idrus Marham (Mantan Menteri Sosial dan Sekretaris Jenderal Golkar). Eni Saragih dan Idrus Marham diduga bersama-sama menerima uang sebesar Rp 6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap.

Abdur menyebut, munculnya nama Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang juga menjabat sebagai Menteri Perindustrian RI, didasarkan pada pengakuan Eni Maulani Saragiah ketika menjadi saksi dalam sidang dengan terdakwa pemegang saham PT. Blackgold Natural Resources. Eni mengaku sebagian dari Rp 2 miliar yang dirinya terima dari Johannes Budisutrisno Kotjo digunakan untuk keperluan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar pada Desember 2017.

“Eni juga membeberkan pernah melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo. Pertemuan itu terjadi di kediaman Airlangga setelah menjadi Ketum Golkar. Selain Airlangga dan Johannes Kotjo, pertemuan itu juga dihadiri oleh dua politikus Golkar lainnya, Idrus Marham dan Melchias Marcus Mekeng. Pertemuan tersebut membahas proyek PLTU Riau-1 senilai USD 900 Juta dan tindaklanjut kepentingan Johannes Budisutrisno Kotjo menggarap proyek PLTU Riau-1. Bukan hanya itu, Eni juga mengaku sempat diperintahkan Airlangga untuk mengawal proyek PLTU Riau-1,” pungkasnya.

Berdasarkan paparan di atas, kami menduga bahwa Airlangga Hartarto merupakan aktor utama terjadinya korupsi dalam proyek PLTU Riau-1. Airlangga diduga telah berperan sebagai fasilitator dalam pertemuan dan agenda kejahatan tersebut.

Sebelum mengakhiri aksinya, abdur menyatakan sikap yaitu mendesak KPK untuk segera tangkap dan penjarakan Ir. H. Airlangga Hartarto Menteri Perindustrian RI karena diduga terlibat dalam kasus korupsi PLTU Riau I.

Dirinya juga meminta, Presiden Jokowi untuk segera mencopot Ir. H. Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian RI. “Sebab Airlangga Hartarto telah nencederai hati rakyat Indonesia karena terlibat korupsi dan mendukung KPK untuk menuntaskan pemberantasan korupsi di Indonesia. (EN)


Komentar Anda?