Puluhan Kelompok Tani Dukung Joko maju Pilbup

0
313

Inapos, Majalengka.- Dukungan terhadap calon Bupati dan Wakil Bupati Majalengka, H. Joko Sugihartono terus mengalir. Tak hanya dari kalangan Ulama dan Kyai, dukungan dari masyarakat lainnya juga terus berdatangan. Kali ini sebanyak 30 Kelompok Tani di Kabupaten Majalengka melakukan deklarasi bersama untuk mendukung Joko Sugihartono sebagai calon Bupati Majalengka atau Wakil Bupati.

Puluhan kelompok tani ini menilai Joko memiliki keperpihakan terhadap petani holtikultura dan padi. Pernyataan dukungan puluhan kelompok tani tersebut dilakukan di sebuah rumah makan di Kecamatan Maja, minggu (24/12/17).

Beberapa ketua kelompok tani dalam kesempatan itu mengatakan, pendekatan yang dilakukan Joko terhadap petani dianggap baik, karena memahami apa yang menjadi keluhan petani dan mampu memberikan solusi bagi petani, bahkan beberapa program diantaranya sudah dilakukan oleh sejumlah petani.

Untuk itu, Kelompok Tani Kecamatan Agrapura, dan Kecamatan Majalengka, berharap Bupati Majalengka ke depan bisa terus melakukan keperpihakan kepada petani hingga Majalengka bisa menjadi sentra pangan di Jawa Barat atau menjadi lumbung pangan Nasional.

Ketua kelompok tani Mekarguna, Omo Sudarma, dan Ketua Kelompok Tani Mandiri, Tatang mengatakan, Bupati kedepan harus benar-benar memahami kondisi pertanian di Kabupaten Majalengka, selain itu juga, paham akan pertanian padi ataupun holtikultura.

“Bagaimana memajukan pertanian holtikultura yang kesemuanya berada di wilayah selatan Majalengka agar pertanianya bisa sejahtera, dan produksinya tak terkalahkan oleh produk pertanian holtikultura asal Lembang atau Dieng dan petani padi di wilayah utara Majalengka hasilnya bisa memakmurkan petaninya,” katanya.

Ketua Kelompok Tani Gunungsari, Mahpudin menambahkan, Bupati itu harus mampu merangkul semua komponen masyarakat dari kalangan manapun. “Majalengka adalah daerah pertanian, Bupatinya harus orang yang tidak ragu dan cecege (jijik) kalau ikut ke sawah, ke kebun, menemui petani untuk mengolah tanah dan memetik hasil panen,” ujarnya.

Selain itu, tambahanya, anggaran pemerintah juga harus memiliki keperpihakan pada petani, baik lewat bantuan pupuk bersubsidi, bantuan alat pertanian, pembinaan teknologi pertanian, bimbingan terhadap petani atau pemberian fasilitas saluran air. Dan itu tak hanya diberikan untuk petani sawah namun juga petani holtikultura, karena tak jarang petani holtikultura yang kesulitan air karena kurangnya sarana pengairan ke perkebunan.

“Jadi Bupati harus masuk ke berbagai kalangan, jangan merasa pejabat hingga sulit masuk ke masyarakat bahwa seperti petani,” tandasnya.

Keberpihakan pemerintah terhadap petani saat ini kata Ketua Kelompok Tani lainnya sudah cukup bagus, baik melalui anggaran ataupun penyediaan fasilitas berbagai kebutuhan petani seperti obat-obatan, pembasmi hama, saluran air, alat pertanian. Begitu dalam penyedian pengolahan pasca panen dan sejumlah sarana pertanian lainnya. Ke depan hal itu harus terus dilanjutkan ditingkatkan.

Sementara itu, Ketua Himpunan Petani Bawang Merah, Asep Surahmat mengatakan, keinginan petani cukup realistis, petani ingin bisa sejahtera. Keperpihakan pemerintah harus benar-benar nyata. Misalnya saja pemberian bantuan sarana produksi pertanian atau saprotan berupa bibit unggul, alat pertanian dan lain-lain disertai bimbingan teknis para penyuluh lapangan pertanian. (Elwan)