PT. Pagoda Mitra Abadi Akan Dilaporkan ke KPK

0
753

KABUPATEN CIREBON.- PT. Pagoda Mitra Abadi (PMA) akan dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga telah melakukan percobaan penyuapan untuk mendapatkan ijin warga dalam pembangunan Makam Modern di desa Sampiran, kabupaten Cirebon.

Dugaan penyuapan tersebut diakui oleh Ketua RT 01/02 Desa Sampiran Rosadi saat dengar pendapat bersama DPRD Kabupaten Cirebon dan warga, beberapa waktu lalu.

Surat ijin warga yang belum ditandatangani dan bernilai Rp. 10.000.000
Surat ijin warga yang belum ditandatangani dan bernilai Rp. 10.000.000

Dalam pertemuan tersebut, Rosadi mengatakan, pada malam hari dirinya didatangi perwakilan PT PMA. .

“Malam – malam 2 orang perwakilkan PT. PMA datang ke rumah saya untuk meminta tanda tangan izin warga, dengan surat yang telah diberi materai untuk segera ditandatangani oleh saya selaku ketua RT 01 beserta uang sebesar Sepuluh juta. Namun semua saya tolak dan saya masih memegang surat yang telah bermaterai tersebut”, ungkap Rosadi.

Surat yang telah ditandatangani dan diduga warga tidak menandatangani
Surat yang telah ditandatangani dan diduga warga tidak menandatangani

Irwan Firdaus perwakilan warga desa Sampiran mengatakan, pihaknya akan segera melaporkan PT PMA ke KPK karena menggunakan cara yang tidak seharusnya dalam melakukan pembangunan.

“Kami segera akan melaporkan PT.PMA ke KPK. Pengakuan Rosadi dalam pertemuan tadi merupakan temuan baru dan PT.PMA telah melakukan perbuatan melawan hukum. Selain itu pula, PT.PMA telah melanggar PP No.9 tahun 1987 tentang TPBU”, ungkap Irwan Firdaus, Lc.

Pihak PT. PMA saat dimintai tanggapannya, Soni selaku Manajer Pemasaran PT.PMA menyampaikan bahwa segala sesuatu mohon ke kantor pusat.

“Silahkan Mas, ke kantor pusat saja di Semarang,” jawab Soni walau tidak memberitahu alamat kantor pusat PT.PMA. (Kris)