BerandaDaerahJawa BaratPT KAI Daop 3 Cirebon Tertibkan Dua Rumah Perusahaan (RPr)

PT KAI Daop 3 Cirebon Tertibkan Dua Rumah Perusahaan (RPr)

KOTA CIREBON.- PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 3 Cirebon menertibkan dua Rumah Perusahaan (RPr) yang dihuni oleh pensiunan karyawan karena habis masa kontraknya dan menunggak, Senin (27/8).

Adapun dua Rumah Perusahaan (RPr) pertama dihuni oleh Rumli berada di Jl. Pancuran no. 98A/49 dengan luas tanah 195 m2 dan luas bangunan 88 m2, yang masa kontraknya sudah berakhir pada tanggal 31 Desember 2010.
Sedangkan Rumah Perusahaan (RPr) kedua dihuni oleh Mugiono berada di Jl. Pancuran no. 99A/51 dengan luas tanah 36 m2 dan luas bangunan 30 m2, yang telah berakhir masa kontraknya pada tahun 2014.
Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon Ida Hidayati mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya persuasif dan pendekatan dan sudah berulang kali disampaikan kepada penghuni untuk melakukan ikatan kontrak, sesuai dengan aturan yang berlaku. Namun, yang bersangkutan tetap menolak.
“Kami sudah melayangkan surat peringatan sampai tiga kali, namun kedua penghuni tetap tidak menggubris. Akhirnya, kami melakukan penertiban sesuai dengan aturan yang berlaku,” ungkapnya.
Lanjut Ida, pada hari ini Rumah Perushaan (RPr) yang ditertibkan adalah rumah yang disewa oleh Rumli. Sedangkan Mugiono meminta penangguhan paling lambat dua minggu, karena sedang mencari hunian baru sebagai penggantinya.
“Jika penghuni tersebut mau kembali menempati Rumah Perusahaan (RPr), maka harus dilakukan sesuai prosedural yang berlaku terlebih dahulu. Karena sudah SP3, maka tindakan penertiban harus dilakukan terlebih dahulu,” paparnya.
Ida menjelaskan, akibat tunggakan dari penyewaan Rumah Perusahaan ini, kerugian yang dialami oleh PT KAI sebesar Rp 73.734.644. Dari angka tersebut, Rp 21.453.189 milik Rumli dengan tunggakan selama 8 tahun. Dan sisanya sebesar Rp 52.281.455 milik Mugiono dengan tunggakan selama 4 tahun.
Ida menambahkan, sebenarnya PT KAI memperbolehkan siapa saja untuk menyewa aset-aset milik PT KAI, bahkan dengan harga yang murah. Namun sayangnya, mayoritas penyewa tidak menyadari hal ini. Ida menjelaskan, jika saja kedua penghuni tersebut mau mengikuti peraturan yang berlaku, maka tidak akan ditertibkan.
“Sudah tugas kami untuk menyelamatkan aset-aset milik negara. Maka dari itu, jika penyewa bisa bekerja sama, maka hal seperti ini tidak akan terjadi,” jelasnya.
Untuk menjaga keamanan dalam penertiban tersebut, PT KAI Daop 3 Cirebon mensiagakan kurang lebih 85 personil dan dibantu pihak kepolisian dan Koramil. (Kris)
RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments