Pseudo Reformasi

0
229

Pseudo reformasi dalam bahasa jalanannya berarti “rerormasi Abal abal”,mengapa dibilang abal abal?. Untuk membuat kita mengerti, mari kita menengok sejenak ke belakang.

Tahun itu 1995, saya lupa hari dan waktunya. Ketika itu saya sedang berada di Australia. Secara tidak sengaja saya mendengar wawancara lim swie liong (nama samaran?), dengan radio SBS Melbourne.

Lim Swi Liong adalah anak muda yg dicekal oleh orde baru ketika itu, dan Lim adalah anak dari aktifis/tokoh PKI yang melarikan diri ke Eropa barat paska G 30S/PKI tahun 1965.

Anak anak PKI tersebut bermarkas di London dan Amsterdam, demikian seperti yang dikatakan SBS di awal wawancara.

Point penting dalam wawancara tersebut, adalah seperti apa yang dikatakan Lim , yaitu bahwa ” bila anda (maksudnya negara negara Barat), ingin memembebaskan Timor Timur maka jatuhkan dulu Soeharto!.

Kemudian tidak lama dari itu, coalition of the willing (koalisi atas dasar kesamaan kehendak) yang terdiri dari Amerika,Inggris, Australia, Belanda dan Portugal ,untuk pembebasan Timor Timur terbentuk. Dan nyambung dengan gerakan bawah tanah di dalam negeri untuk sebuah acara tunggal penggulingan Soeharto.

Bagi yang masih segar ingatannya, tentu masih ingat tahun 1995 adalah tahun tahun awal terjadinya gerakan penggulingan Soeharto yang kemudan dikenal dengan sebutan “reformasi”.

Ditahun tahun itu banyak media masa menjadi super ekstrim,tabloid detik dan prorioritas di bredeil. Kerusuhan meletus di beberapa titik antara lain di krawang. Hutan hutan dibakar menimbulkan suasana mencekam dan kepanikan bagi penguasa orde baru ketika itu. Perlawanan terhadap ABRI dilakukan secara terbuka,tokohnya antara lain misalnya Hendardi.

Setelah situasi mencapai puncak, formula tokoh penggerak reformasi terbentuk terdiri dari Amin Rais,Gudur, Sri Sultan Hamengkubuwo dan Megawati. Amin Rais yang tiga bulan sebelumnya masih duduk dilantai bersama AM Rizal Bakri, mendengarkan pengarahan Letjen Prabowo komjen kopasus di markas kopasus cijantung (yoetube), berubah menjadi garang yg kemudian menghantarkannya sebagai tokoh reformasi.

(Soeharto jatuh, maka Timor Timurpun merdeka).

Itulah sebabnya kini terjawab sudah, mengapa reformasi tidak memiliki konsep, karena reformasi tidak berangkat dari hatinya rakyat tapi dari dasar persekongkolan .

Reformasipun berjalan seperti gedebong hanyut di sungai,ada arus dia jalan,ada cangkrang dia nyangkut.

Sementara amandemen UUD berjalan , tapi sementara itu pula kerusakan moral semakin parah, dari mulai korupsi sampai kepada kriminalisasi lawan politik.

Reformasi bila diteruskan akan menimbulkan kerusakan yang semakin parah, bisa menimbulkan kehancuran.

Untuk itu seluruh Komponen bangsa khususnya kalangan generasi mudanya, sebaiknya tidak hanya berkutat pada persoalan persoalan “renponsip reaksioner praktis”, seperti misalnya isu pilpres, PKI . .dst . Tapi sudah harus mulai berpikir dengan pikiran alternatip strategis yaitu terjadinya “REKONSTRUKSI!”.

Hari hari kedepan adalah hari menunggu datangnya para pembuat sejarah. Salam KR.

Penulis : Komaruddin Rahmat


Komentar Anda?