Proyek Bendung Kuningan Perlu Diusut Tuntas

0
382

CIKARANG, – Pembangunan mega proyek Bendung Kuningan atau Bendung Cileuweung yang menelan biaya ratusan miliyar diduga sarat persoalan, salah satu lembaga masyarakat ikut pula menyoal pembangunan proyek yang berlokasi di ujung timur Kuningan ini. Ergat Bustomy, Ketua Umum Komite Masyarakat Peduli Indonesia ( Kompi ) yang bermarkas di Cikarang, Jawa Barat ini ikut pula mengomentari mega proyek tersebut.

Baca juga : Bendung Kuningan Rampung 2018, Cuma Isapan Jempol

Ergat Bustomy, Ketum Kompi

“Kami juga telah mendengar informasi, bahwa pembangunan proyek tersebut banyak masalah. Sejak awal diduga telah banyak ketimpangan, dari persoalan pembebasan lahan hingga pembangunan yang diduga diluar spesifikasi tehnik pekerjaan,” jelas Ergat melalui saluran telepon genggamnya, Rabu (11/04/2018).

Masih menurut Ergat, pihaknya akan segera melakukan investigasi terhadap proyek pembangunan Bendung Kuningan.

“Kami akan segera melakukan pengumpulan bukti-bukti secara faktual. menyinkronkan informasi-informasi yang kami terima dengan fakta di lapangan. Sebab dari informasi yang kami dapat, ada beberapa item pekerjaan yang dilewatkan. Ini perlu dibuktikan dan apa penyebab yang paling fatal hingga waktu selesai pekerjaan ini diperpanjang hingga 2019. Jika kami sudah cukup bukti, persoalan ini akan kami bawa ke lembaga anti rasuah atau KPK,” tutup Ergat.

Ketika mundurnya proyek Bendung Kuningan ini disampaikan kepada Herman Khaeron, Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI yang pernah meninjau proyek ini pada 2017 lalu, belum bisa memberikan komentar yang berarti.

“Saya belum update, nanti saya cari tahu. Saya sudah tidak dikomisi 7, tapi akan saya sampaikan kepada PUPR,” jawab anggota DPR-RI dari Partai Demokrat dan berasal dari Dapil Jawa Barat VIII ini.

Sampai berita ini diturunkan, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk – Cisanggarung selaku penanggungjawab pembangunan belum bisa ditemui. (Cep’s)