Proyek Aspal Paket 3 Tanjung Baru Kurangi Ketebalan 3cm

0
941

LSM Master Kevin sebut ada dugaan kongkalikong pada kegiatan Proyek Peningkatan Struktur Jalan Jatibaru -Tanjung Baru Paket 3.

Inapos Bekasi – Tidak mencapai ketentuan dalam RAB proyek Peningkatan Struktur Jalan Jatibaru – Tanjung Baru Paket 3, hanya mencapai ketebalan 4cm hasil dari pengambilan sample coredrill yang dilakukan Dinas PUPR Kabupaten Bekasi.

Proyek peningkatan struktur jalan pengaspalan diwilayah Desa Tanjungbaru Kecamatan Cikarang Timur, salah satu rekanan kontraktor CV. Gabus Kreasi Bersatu jelas-jelas melakukan pengurangan volume ketebalan dari yang ditentukan mencapai 7cm.

Dengan diketahui hasil pengambilan sample coredrill yang dilakukan Dinas PUPR Kabupaten Bekasi pada Senin malam 23/12/2019, hanya didapat ketebalan 3cm – 4cm.

Hal tersebut terjadi lantaran adanya pembiaran serta indikasi kongkalikong antara Konsultan, Pengawas dan pihak kontraktor. Pasalnya, ketika pihak konsultan menunjuk tempat untuk di coredrill, ketinggian atau ketebalan nya didapat mencapai 8cm, sehingga menimbulkan banyak pertanyaan.

Namun ketika bergeser dari lokasi yang sudah diberi tanda untuk mempersiapkan coredrill, maka hasilnya tidak akan mencapai 7cm.

Selain telah terjadinya pengurangan volume pada ketebalan, kwalitas aspal pun diragukan menggunakan kwalitas yang sudah ditentukan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Hal itu pula dikatakan Ketua Investigasi Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Terpadu (DPP LSM MASTER), Kevin mengungkapkan tidak adanya ketegasan dari pihak dinas, khususnya pengawas DPUPR Kabupaten Bekasi.

“Jika kontraktor melakukan kecurangan selalu terjadi pembiaran, bahkan tidak ada tindakan tegas kususnya bagi oknum pemborong nakal yang berani melakukan kecurangan dalam tehknis kegiatan, bagaimana pembangunan bisa berjalan baik jika hal seperti ini dibiarkan,”ujar Ketua Investigasi DPP LSM Master Kevin.

Dirinya meminta, kepada PPK Bidang Jembatan dan Jalan DPUPR Kabupaten Bekasi, Heru Pranoto agar dilakukan pemotongan pembayaran kepada pihak kontraktor, kususnya pada kegiatan Peningkatan Struktur Jalan Jatibaru – Tanjungbaru Paket 3 yang dikerjakan oleh CV. Gabus Kreasi Bersatu agar dibayarkan sesuai dengan apa yang dikerjakan.

“Bukan hanya dipotong pembayarannya, bahkan perusahaan yang mengerjakan tersebut harus diberikan sanksi tegas, bahkan sanksi Blacklist atau daftar hitam terhadap perusahaan yang mengerjakan,”jelasnya

Dirinya menambahkan, jika pada kegiatan ini diketahui dibayarkan 98-100 Persen maka jelas, ada kongkalikong antara Kontraktor dengan pihak dinas, ini jelas Negara yang akan mengalami kerugian besar akibat oknum-oknum yang memanfaatkan jabatannya demi memperkaya diri dari hasil Korupsi.tutupnya (Fal)