Proyek Air Bersih di Parbuluan 2, Diduga Sia-sia

0
600
Ir. Jisler Lumban Batu, Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Dairi.

DARIRI.- Pembangunan Sistem Jaringan Perpipaan Air Bersih desa Parbuluan II dusun Lumban TogilLumban Julu, kecamatan Parbuluan dengan nilai Rp. 817.904.000.00 diduga dan dituding warga proyek yang sia-sia.Tudingan tersebut disampaikan oleh Sailan selaku Ketua Umum Lembaga Analisis Masyarakat Madani Pemersatu (Lammpu) Rabu, (28/03/2018) kepada Inapos melalui pesan Whatsappnya.

“Pembangunan proyek tersebut sia-sia dan tidak bermanfaat untuk masyarakat. Uang ratusan juta yang digunakan untuk pembangunan Perpipaan Air Bersih, terbuang cuma-cuma,” jelas Sailan saat dirinya berada di desa Parbuluan 2 tersebut.

Masih menurut Sailan, Kepala Desa (Kades) Parbuluan 2 Marihot Sitohang pernah dibentak oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Dairi Ir. Jisler Lumban Batu.

“Kades dibentak karena tidak mau menandatangi surat serah terima proyek tersebut,” tambah Sailan.

Lanjut Sailan, dirinya akan segera mengumpulkan beberapa bukti dan membawa persoalan ini ke ranah hukum.

Apa yang disampaikan Sailan tersebut, sesuai pula dengan apa yang disampaikan oleh Marihot dalam suratnya yang diterima redaksi.

Surat Kades Parbuluan 2

Dalam surat tersebut, Marihot menyatakan bahwa dirinya belum pernah melakukan serah terima terhadap proyek tersebut.

Namun, apa yang telah disampaikan oleh Sailan dibantah oleh Jisler saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Whatsappnya.

Ir. Jisler Lumban Batu

 

“Air tersebut sudah jalan dan sudah kami tunjukan video dan photonya kepada yang bertanya. Sudah beberapa dari wartawan dan LSM kita terangkan semuanya dan kita bilang kepada desa agar dibentuk kelompok pemelihara dan pemanfaat tetapi juga tidak dibentuk, air dimaksud jika tidak mau desa menjalankan takut katanya. Listrik nya membayar besar sehingga mereka tidak menjalankannya, itulah maka mereka tidak mejalankan air karena masalah biaya listrik. Video / Photo kita tunjukkan semuanya kepada wartawan dan LSM banyak juga bertanya sama kami, maka wartawan dan LSM balik bertanya sama Kepala Desa setelah kita terangkan dan tunjukkan semuanya bahwa air sdh berjalan. Tks pak,” jawab Jisler saat ditanya bagaimana tanggapannya tudingan masyarakat proyek tersebut sia-sia.

Kepala Dinas ini menjelaskan pula ketika ditanya pernyataan masyarakat bahwa air dalan pipanisasi tersebut tidak berfungsi.

“Kalau tidak dicok kabelnya, air tidak jalan, ada foto/vidio ikut kepala desa bahwa air jalan di depan SD itulah yg ujung terakhir pipa dan Bak air,
Saya pernah jumpa sama Kades bersama PPK, PENGAWAS DAN KONTRAKTOR BERSAMA ada Kadusunnya marga nainggolan ada kami bicarakan disitu tanda terima serah terima dia bilang tinggal di kantornya dan janji hari Selasa datang dia ke kantor kami menghantar surat ke kami pas hari Sabtu tanggalnya lupa saya, setelah itu saya tdk pernah jumpa lagi sama dia kalau ada saya marahi kapan, dimana ya,” jawab Jisler.

Sembari menutup konfirmasi, Jisler menegaskan bahwa tidak benar jika dirinya membentak Kepala Desa Parbuluan 2. (Cep’s)