Prabowo Menhan, Go Indonesia: Itu Politik Merah Putih Jokowi

0
67

Jakarta.- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto resmi masuk ke kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Prabowo akan membantu pemerintahan Jokowi-Ma’ruf sebagai Menteri Pertahanan. Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu mengaku akan bekerja keras mencapai sasaran yang telah ditentukan Jokowi.

Respons beragam dari pendukung Jokowi terkait masuknya Prabowo ke gerbong mantan Wali Kota Solo itu terus menghiasi berbagai ruang diskusi publik termasuk media sosial. Sekalipun Prabowo telah menegaskan akan kerja keras untuk mencapai sasaran dan harapan yang ditentukan Presiden, para pendukung Jokowi tampak terbagi dua, antara yang mendukung dan menolak keras kebijakannya.

Terkait situasi ini, Generasi Optimis (GO) Indonesia menyatakan bahwa bergabungnya Prabowo ke kubu Jokowi harus dilihat dalam kacamata politik yang komprehensif. Sekjen GO Indonesia, Tigor Mulo Horas Sinaga mengatakan, “Politik itu cair ya. Tidak kaku. Jadi wajar saja kalau Pak Jokowi mengundang Pak Prabowo masuk dalam kabinetnya,” kata Horas di Grand Wijaya, Jakarta Selatan, Rabu (23/10/2019).

“Ini adalah implementasi dari sebuah Politik Merah Putih yang diperkenalkan Pak Jokowi kepada rakyat Indonesia,” ujar Horas.

Politik Merah Putih menurut Horas adalah praktik penyelenggaraan negara dengan cara mengoptimalkan sinergi kekuatan yang dimiliki oleh putra-putri terbaik bangsa ini.

“Hanya dengan Politik Merah Putih, maka bangsa kita bisa maju dan bangkit dari tantangan radikalisme agama dan ancaman disintegrasi. Politik Merah Putih mutlak membutuhkan Pak Jokowi, Pak Prabowo, Bu Megawati, Pak Surya Paloh, Pak SBY, Pak Airlangga Hartarto, Pak OSO, Nahdliyin, Generasi Optimis, dan semua unsur anak bangsa untuk mengembalikan kedigdayaan Nusantara di mata dunia,” kata Horas.

Melawan Radikalisme Agama

Pada kesempatan yang sama Horas menilai alasan menjadikan Prabowo Menteri Pertahanan adalah dalam rangka mengatasi para agen radikalis agama yang sebagian besar merapat ke Prabowo pada kampanye 2019.

“Pak Prabowo tahu jelas siapa saja penumpang gelap yang kemarin ada di pihaknya. GO Indonesia berharap Pak Prabowo langsung berantas para radikalis agama. Melibas mereka keluar dari NKRI. Prabowo tahu dengan detil siapa saja radikalis agama yang kemarin hendak memanfaatkannya,” ujar Horas.

Menurut Horas, masuknya Prabowo ke gerbong Jokowi adalah karena Ketua Umum Partai Gerindra itu adalah ahli strategi tempur sekaligus eks pimpinan Kopassus, pasukan elit Angkatan Darat yang selevel dengan SAS (Inggris), Sayeret Matkal (Israel), dan Spetnaz (Rusia).

“Pak Prabowo paham sekali kontra terorisme. Beliau paham pertahanan yang terbaik bagi Indonesia. Jadi wajar jika Pak Jokowi merekrut Pak Prabowo. Pada masa mudanya, Pak Probowo itu mendapat banyak ilmu dari Jendral Benny Moerdani, tokoh intelijen terbaik Indonesia,” pungkas Horas.

Generasi Optimis (GO) Indonesia berharap Prabowo dengan segudang pengalaman tempurnya akan berhasil mengatasi para radikalis agama dan teroris di Republik ini.

Di sisi lain, pakar pengamat politik dan intelijen itu menambahkan, Pak Prabowo itu orang besar. Beliau ikhlas membantu mantan kompetitornya di dua kali Pilpres. Beliau memiliki hati yang besar. Saya pikir, selain Pak Jokowi, Pak Prabowo adalah pemimpin nasionalis terakhir negeri ini.

“Selamat bekerja serta membangun Indonesia maju dan menjaga Rumah Besar Pancasila bagi Pak Jokowi & Abah Maruf beserta seluruh jajaran kabinet Indonesia Maju,” pungkas Horas. (Elwan)


Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here