PP-GPI Sesalkan, Perisitiwa 21-22 Mei Tidak Ada Yang Bertanggung Jawab

0
412

Jakarta.- Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP-GPI) bersama Brigade GPI menyelenggarakan peringatan refleksi tragedi 21-22 Mei 2019, dengan tema ‘Aksi 1000 Lilin & Do’a Bersama Untuk Mengenang Pahlawan Demokrasi, di depan Gedung Bawaslu, Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Acara yang digelar ba’da Isya diawali dengan pembacaan Tahlil dan Shalawat yang di pimpin Ade Selon (Brigade GPI) dengan menyalakan lilin.

Kader GPI Rahmat Himran dalam orasinya menyampaikan, di malam ini kita akan mengenang kepergian para syuhada-syuhada demokrasi, kita juga mengenang apa yang mereka berikan kepada bangsa dan negara. Kami dari Gerakan Pemuda Islam akan melakukan hal-hal yang belum didapat dari korban yaitu keadilan juga pertanggungjawaban.

“Keadilan belum ada kepada mereka yang sudah mengorbankan nyawanya. Di depan gedung (Bawaslu-red) inilah mereka menumpahkan darah, merekalah pahlawan demokrasi bahkan sampai saat ini belum mampu dituntaskan oleh penegak hukum di negara kita,” tukas Rahmat.

Dirinya juga menuntut yang diamini oleh seluruh kader GPI, kami menuntut Mabes Polri dan Polda Metro Jaya untuk segera mengusut tuntas persoalan yang menimpa anak bangsa. Jangan sampai Mabes Polri dan Polda menutup-nutupi kasus ini, usut tuntas tragedi kekerasan kemanusiaan 21-22 di Bawaslu. Tragedi yang akan dikenang selama-lamanya di Indonesia, ini adalah persoalan kasus HAM terberat dalam sejarah republik Indonesia.

“Dimana para pemuda, mahasiswa dan masyarakat yang mencari keadilan di gedung Bawaslu, sampai mereka rela mengorbankan nyawanya,” ucapnya.

Disisi lain, Yudi Syamhudi Suyuti
selaku Koordinator Eksekutif Jaringan Aktivis Kemanusiaan Internasional (JAKI) dalam pesannya mengatakan, sebagai organisasi jaringan masyarakat sipil (Civil Society) menekankan pada Komnas HAM untuk memenuhi janjinya untuk umumkan perkembangan TGPF Tragedi 21, 22, 23 Mei 2019.

“Beberapa waktu lalu, kami mendengar dan membaca pernyataan Komisioner Komnas HAM di media massa yang berjanji mengumumkan perkembangan masalah tersebut pada pertengahan Agustus 2019,” kata Yudi.

Komnas HAM akan mengumumkan melalui konferensi pers soal kerja TGPF 21, 22 23 Mei 2019 pada pertengahan Agustus. Oleh karena itu, kami menagih janji Komnas HAM. Kami dari JAKI mendukung kerja TGPF Komnas HAM dan telah memberikan surat resmi untuk bisa menuntaskan tragedi 21, 22, 23 Mei 2019 hingga tuntas. Dan tentunya JAKI dan rakyat banyak serta dunia internasional ingin mengetahui perkembangan kerja TGPF Komnas HAM.

Sebelumnya, tambah Yudi, JAKI juga telah menyurati Presiden Jokowi dengan penekanan untuk ikut mendorong kerja TGPF Komnas HAM dan TGPF Polri agar dapat bekerja secara independen, imparsial dan tanpa tekanan.

“Tentu JAKI yakin bahwa Jokowi tidak akan melindungi dan justru akan menindak tegas, siapapun yang menghalangi kerja TGPF dari Komnas HAM dan Polri,” pungkas dia.

Karena JAKI juga telah menginformasikan bahwa kasus tragedi 21, 22, 23 Mei 2019 di monitor dunia internasional termasuk Pengadilan Kriminal Internasional (International Criminal Court/ICC), dimana JAKI merupakan salah satu kolega lembaga tersebut.

Adapun beberapa yang menjadi korban atas tragedi 21-22 Mei diantaranya yakni Farhan Syafero (31) asal Depok, M Reyhan Fajari (16) asal Jakarta Pusat, Abdul Ajiz (27) asal Pandeglang dan Bachtiar Alamsyah asal Batu Ceper, Tangerang. Kemudian Adam Nooryan (19) asal Tambora, Widianto Rizky Ramadan (17) asal Kemanggisan. (Elwan)