Jakarta.- Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI) menggelar tasyakuran atas terlaksananya Muktamar Luar Biasa (MLB), Milad ke-75 dan terpilihnya Ketua Umum PP GPI Diko Nugraha periode 2020-2023.

Ketua Umum PP GPI, Diko Nugraha mengatakan bahwa tasyakuran yang baru dilaksanakan karena memang sebelumnya sudah terencana. Akan tetapi, banyaknya peristiwa yaitu dengan disahkannya UU Omnibus Law maka memunculkan reaksi besar dari berbagai daerah, sehingga kami sendiri dari GPI turut serta mengkritisi UU tersebut dengan aksi turun ke jalan.

“Sedangkan tasyakuran ini kami berharap seluruh pengurus dapat kembali memperkuat tali silaturahmi dan ukhuwah islamiyah,” ucap Diko saat ditemui di Markas PP GPI jalan Menteng Raya 58, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2020).

Sebagai wujud rasa syukur, tasyakuran berlangsung sederhana dan penuh khidmat. Acara diisi dengan doa dan diakhiri makan bersama. Tasyakuran juga dihadiri Dewan Syuro GPI, Alumni GPI, calon pengurus PP GPI dan anggota GPI.

Ketika ditanyakan mengenai program, Diko menyebut, “bahwa nanti garis-garis organisasi dituangkan dalam program kerja. Dan itu akan dilakukan setelah pelantikan yang rencananya pada pertengahan Desember mendatang, setelah itu kita akan menyusun program jangka pendek, menengah dan panjang,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa akan ada perubahan dalam SK kepengurusan Pimpinan Daerah (PD) Kabupaten/Kota yang dimana sebelumnya dilakukan oleh Pimpinan Wilayah (PW) dan mulai saat ini, SK akan terpusat di Pimpinan Pusat. “Jadi untuk penyelarasan data serta penyesuaian penerbitan SK akan dilakukan Pimpinan Pusat, sedangkan Pimpinan Wilayah yaitu menjadi badan koordinasi untuk persoalan legalisasi SK dari Pimpinan Pusat,” pungkasnya. (El)