Postingan Kasus Dipetieskan, Kembali Mendapat Kecaman

0
105
INAPOS, JAKARTA,- Postingan di media sosial yang diunggah oleh akun D’Box BirdFarm dengan mengunggah pernyataan dugaan adanya kasus hukum yang dipetieskan pada sepuluh tahun lalu, terus mendapat tanggapan dan kecaman.

Kini datang dari akun e-mail tonosamnus@yahoo.co.id yang diterima redaksi pada Rabu (09/10/2019) dan akun ini menyebut juga Legal practice F&R.
Dalam komentar yang dilayangkan akun yang menggunakan nama Tono ini menyampaikan bahwa ada orang yang kebal hukum di negara ini.
Berikut kutipan e-mail tersebut :
 “Membaca narasi diatas masih ada orang yang kebal akan hukum, pertama saya sampaikan salut dan angkat topi atas kemampuannya mempeti-eskan perkara apalagi perkara yang berkaitan dengan nyawa orang. Itu dalam kategori kejahatan berat dengan santai menunggu sambil ngopi + udud,” tulis Tono.

Menurut Tono hal kedua, Ia menilai perkara pidana tidak berdasarkan pada asumsi lama dan baru.

“Mengingat pasal 78 KUHP mengatur tentang batas waktu kadaluarsa perkara pidana.10 tahun bukan waktu yang lama untk kejahatan berat seperti menghilangkan nyawa orang atau karena kelalaiannya, hilangnya nyawa orang dan percobaan menghilangkan nyawa orang,” jelas Tono.

Hal ketiga kemudian bahwa menurutnya, penanganan perkara sesuai prosedur dalam pengertian perkara itu sudah ditangani sesuai dengan tahapan dengan satu kesimpulan apakah sudah diputus pengadilan dan atau SP3 sesuai dengan rumasan pasal 109 KUHAP.

“Karena tidak cukup bukti, bukan tindak pidana atau demi hukum. Hingga menurut saya menyimpulkan bahwa, Pemilik akun tersebut saya anggap orang hebat, kenapa hebat karena dengan santai dia punya perkara dan perkaranya di PETI-ESKAN (dalam hukum tidak mengenal istilah itu sebenarnya) bahkan dengan santai menantang Polri dalam hal ini penyidik dengan santai ngopi+ udud. Kesimpulan berikutnya, bagaimana kepolisian mensikapi dan menseriusi tantangan diatas minimal UU ITE , karena istilah peti-es itu dapat diartikan telah dibekukan tanpa kesimpulan perkara pidana sebagaimana rumusan pasal-pasal yang ada di KUHAP. Pertanyaan yang lazimnya Ada apa perkara hilangnya nyawa orang tidak ada kesimpulan hukum,” tandas Tono, mengakhiri.

Kapolsek Mundu, Akp Iwan Gunawan pun saat dikonfirmasi melalui akun Whatsappnya, masih belum memberikan keterangan bahkan terkesan menutup diri.


Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here