Polres Ciko Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Galian C Ilegal Argasunya

0
111

KOTA CIREBON.- Polres Cirebon Kota tetapkan tiga tersangka dari dua lokasi galian C ilegal yang berada di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy mengatakan, pihaknya melalui Satreskrim telah melakukan pengungkapan pemeriksaan dan sudah selesai pemberkasan atas dua laporan berbeda kasus galian pasir ilegal di Dusun Surapandan dan Dusun Cibogo Kelurahan Argasunya.

“Kami tetapkan 2 tersangka di galian ilegal yang berlokasi di Dusun Surapandan yang berinisial WS dan MA, sedangkan untuk kasus galian di dusun Cibogo telah ditetapkan tersangka satu orang yang berinisial S karena melakukan penambangan pasir tanpa izin,totalnya 3 orang tersangka,“ kata Roland saat jumpa pers di markas Polres Cirebon Kota, Jumat (9/8/19).

Masih kata Roland, adapun modus dari para tersangka dalam melakukan aksi kejahatan penggalian pasir dan tanah menggunakan alat-alat berat (Beko) tanpa memiliki izin dari pemerintah, sehingga para tersangka terancam pidana 10 tahun penjara dan denda 10 Milyar.

“Pasal yang kami gunakan yaitu, Pasal 158 UU Minerba No 4 Tahun 2009, dengan ancaman pidana 10 tahun dan denda 10 milyar, berkasnya sudah selesai dan akan dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Kota Cirebon,” jelas Roland.

Selain itu, lanjut ia, kasus galian ilegal tersebut telah berlangsung lama, namun upaya pembinaan melalui surat teguran dan musyawarah di DPRD Kota Cirebon tidak membuat jera para tersangka pengusaha galian C ilegal, sehingga pihaknya mengambil tindakan hukum yang berlaku yaitu UU Minerba No. 4 tahun 2009.

“Aktivitas mereka itu sudah lama, sudah diberikan himbauan, surat teguran, dan dimusyawarahkan di DPRD, tindakan pidana merupakan tindakan terakhir sebagai penegakkan hukum, “ Ungkap Roland Ronaldy

Roland menambahkan, pihaknya juga telah mengamankan alat-alat bukti yaitu 7 unit Beko dan alat untuk mengayak pasir, mereka itu Ketua Yayasan dan 2 pengelola galian C ilegal.

“Kami juga sudah melakukan pemeriksaan dan keterangan dari Dinas ESDM Wilayah VII Cirebon, kami telah mengamankan 7 alat berat jenis Beko dan alat pengayak pasir sebagai barang bukti dan tersangka salah satu Ketua Yayasan,” pungkasnya. (KR)

 

 

 


Komentar Anda?