Polres Ciko Dinilai Lamban Usut Insiden Penghapusan Kata Khilafah, PCNU Kota Cirebon Akan Kerahkan Ribuan Santri dan Banser

0
974

KOTA CIREBON.- Lakpesdam PCNU Kota Cirebon pertanyakan proses perkembangan aduan kepada Kepolisian soal insiden penghapusan kata Khilafah dalam pembacaan ikrar setia Pancasila yang dilakukan oleh ketua DPRD, Affiati saat menerima perwakilan Forum Cirebon Bersatu pada aksi tolak RUU HIP di gedung dewan pada 6 Juli 2020 lalu.

Ketua Lakpesdam PCNU Kota Cirebon, Ide Bagus Arif Setiawan mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum melihat progres yang dilakukan Polres Cirebon Kota mengusut kasus penghapusan kata khilafah.

“Sampai saat ini secara resmi kami belum menerima perkembangan progres dari kepolisian,” ujar Ibas usai melakukan kegiatan seminar Kemerdekaan bertajuk ‘Ancaman Terhadap Ideologi Pancasila: Dari Kemiskinan Hingga Gerakan Khilafah’ yang digelar di Islamic Center Kota Cirebon, Minggu (2/8/20).

Masih kata Ibas, pihaknya menilai pemerintah dan Polres Cirebon Kota menganggap permasalahan khilafah ini biasa – biasa saja. Tentunya tidak menutup kemungkinan Kota Cirebon berpotensi akan menjadi tempat bertumbuhnya kelompok – kelompok pro khilafah.

“Kalau begini berarti polisi mau main – main dengan NU. Kyai sepuh sudah menginstruksikan kalau polisi lamban tangani kasus ini, puluhan ribu santri dan Banser akan diturunkan,” tegasnya.

Hal senada juga dikemukakan Kadensus 99 Nuruzzaman, dirinya mendesak kepolisian untuk secara terbuka untuk menyampaikan ke publik sudah sejauh mana progres aduan dari Lakpesdam PCNU Kota Cirebon.

“Ini bukan isu sesuatu sangat ringan, ini isu nasional. Isu khilafah yang sangat berbahaya,” lugasnya.

Mantan Ketua Ansor Kabupaten Cirebon tersebut meminta Polres Cirebon Kota transparan dalam menangani kasus tersebut. Agar publik tau yang sebenarnya.

“Kalau Polres Cirebon Kota tidak terbuka, kami akan kerahkan Ansor dan Banser,” tutupnya. (Kris)