Polemik Sertifikat Ganda pada Tanah Wakaf , Kok Bisa?

0
362

KABUPATEN CIREBON.- Sempat tenggelam, permasalahan tanah wakaf yang bersertifikat ganda yang terjadi di wilayah Pesisir Kecamatan Mundu Cirebon menjadi buah bibir.

Polemik atas sebagian lahan seluas 7.800 meter di Blok Karang Pandan, Desa Citemu, Kecamatan Mundu wilayah Timur Cirebon.

Menurut informasi yang dihimpun awak media inapos.com wilayah Timur Cirebon, pihak Pemdes Citemu membenarkan adanya permasalahan sertifikat ganda di wilayahnya.

“Iya memang ada dan terjadi sertifikat ganda, seperti yang diberitakan itu”. Ujarnya Yusup Kuwu Citemu. Jumat (22/2/2019).

Lebih lanjut, Yusup menuturkan jika pihak pemdes Citemu tidak berpangku tangan, namun sudah berusaha untuk mencari solusi atas permasalahan sertifikat ganda, namun mediasikan yang dilakukan berulang kali di kantor Desa belum menemui solusi.

“Kami berusaha memediasi, mencari solusi, atas permasalahan yang ada di wilayah kami” imbuhnya.

Masih ditempat yang sama, salah seorang pembina Desa setempat mengharapkan situasi kamtibmas yang kondusif, sehingga apapun permasalahan yang timbul dari adanya sertifikat ganda dapat dimusyawarahkan bersama sama.

“Kita harus bersama sama menjaga kondusifitas, terlepas itu ada masalah kan bisa di musyawarahkan”. Harapnya.

Sedangkan menurut Tokoh Masyarakat sekaligus Tokoh Agama setempat, klaim sepihak tanah waqaf tersebut dinilai sangat janggal, sebab, ahli waris pemberi waqaf dan beberapa saksi proses waqaf masih hidup.

“Masjid tersebut, telah ada sejak akhir tahun 1970 an dan dibangun pada masa kakek dan mendiang ayah dari Habib Ali Ausath masih ada.” Katanya

Habib Ali mengkonfirmasi bahwa, secara resmi Badan Pertanahan Nasional (BPN) Cabang Kabupaten Cirebon menetapkan status tanah tersebut menjadi sengketa.

“Kami bersama tim penasehat hukum dan koleganya hingga kini masih mengupayakan beberapa langkah hukum.” tuturnya.

Bahkan, ia juga menyiapkan rencana untuk menggelar aksi unjuk rasa ke kantor BPN Kabupaten Cirebon dengan melibatkan sedikitnya 5000 Jamaah pengajian yang ia bina. Tutupnya
Sampai berita ini diterbitkan, awak media inapos.com sedang mengusahakan meminta waktu pada narasumber pemilik lahan yang memiliki sertifikat ganda. (Yon/inapos)