Polda Jateng Terjunkan Personil dan Kirim Bantuan ke NTT

0
70
Karoops Polda Jateng Kombes Pol Drs. Firly Ruspang Samosir saat cek persiapan pemberangkatan bantuan sosial untuk korban bencana alam di NTT .

INAPOS.COM – Polda Jawa Tengah berikan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir di Nusa Tenggara Timur. Rencananya bantuan tersebut akan diberangkatkan dengan 1 trux box Brimob Polda Jateng dan diserahkan kepada Polda Bali, pemberangkatan dilakukan dari Mapolda Jateng, Jl. Pahlawan Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (7/4/2021).

Adapun bantuan yang diberikan yaitu bantuan makanan berupa biskuit untuk bayi, mie instan, susu bubuk bayi. Bantun pakaian berupa daster, celana pendek dewasa, sarung, kaos bolong dewasa, kaos oblong anak, pakaian dalam pria, pakaian dalam wanita, pakaian dalam anak, serta perlengkapan lain seperti selimut, handuk, pempers bayi, pembalut wanita, minyak kayu putih, tikar dan sandal.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahamd Luthfi melalui Karoops Polda Jateng Kombes Pol Drs. Firly Ruspang Samosir mengungkapkan, bahwa bantuan yang diberikan sebagai wujud peduli dan empati atas bencana alam yang telah melanda masyarakat Nusa Tenggara Timur.

“Bantuan ini sebagai wujud peduli dari Polda Jawa Tengah untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana di NTT,” terang Firly.

“Dengan bantuan ini kami harap saudara-saudara kita bisa terbantu, sekali lagi kami turut berempati atas bencana yang telah terjadi ini semoga segera selesai,” lanjutnya

Sebelumnya Polda Jateng juga telah memberangkatkan langsung menuju Nusa Tenggara Timur sekitar 13 personil yang terdiri dari Tim Dapur Lapangan, mobil water treatment dan keperluan SAR.

Rencananya para personil TNI-Polri yang telah dikirim ke Nusa Tenggara Timur bersama dengan instansi lain secara sinergitas akan membangun rumah tinggal sementara atau tenda /tenda untuk para korban banjir.

Diketahui sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bencana alam banjir bandang telah melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (04/04) yang lalu dan menyebabkan sebanyak 119 orang korban meninggal dunia dan 103 orang masih hilang. Tercatat sebanyak 84 korban yang dinyatakan meninggal dunia setelah jasadnya ditemukan dalam proses evakuasi.

“Korban meninggal total 119 orang, termasuk dengan yang di NTB dan NTT,” ujar Kepala BNPB Doni Monardo, saat memberikan keterangan pers, Selasa (6/4) kemarin.

Selain itu, bencana alam itu juga mengakibatkan 123 warga luka-luka dan 2.683 jiwa terdampak dari bencana banjir bandang. (er)