PN Subang eksekusi rumah diwilayah patok beusi

0
312

Inapos.com, Karawang-Dibantu oleh jajaran TNI dan Polri. Pengadilan Negri (PN) Subang melakukan eksekusi pengosongan rumah di Desa gempolsari RT 11/RW 04 kecamatan patok beusi, Kabupaten Subang-Jawa barat.14/11/2018.

Hal ini dilakukan Panitera PN Subang berdasarkan permohonan dari pihak pemohon eksekusi yang di wakili oleh kuasa hukumnya untuk melaksanakan eksekusi, setelah hasil putusan ketua PN subang dianggap ingkrah dimata hukum.

Panitra PN subang Ahmad Hartoni. SH,MA mengatakan, Pihaknya hanya menjalankan tugas untuk melakukan eksekusi tersebut. sesuai isi putusan PN Subang. Karena sebelumnya, setelah hasil dari pada isi putusan pengadilan tinggi jawa barat selama epat belas hari pihak termohon eksekusi tidak mengajukan upaya hak kasasi.

“Atas dasar hal itu kita anggap ingkrah untuk melakukan eksekusi paksa. Karena, akhir dari pemenang gugatan perdata itu adalah melaksanakan kegiatan eksekusi,” ujarnya.

Sebelumnya, tidak terima rumahnya dieksekusi paksa, dari pihak keluarga termohon sempat ada upaya perlawanan dan pengusiran kepada petugas eksekusi agar pihak pemohon dan panitera pelaksana eksekusi untuk tidak melakukan eksekusi tersebut.

Sementara, Kusa hukum dari pihak termohon eksekusi Adi Fajariansyah Iman. SH mengatakan. Pihaknya hanya ingin mengambil apa yang sudah menjadi hak dari client nya.

“Eksekusi harus tetap dilaksanakan. Meskipun pihak termohon eksekusi meminta penangguhan. Sebelumnya Anmaning dua kali dan teguran sudah kami berikan. Tapi ┬ádiabaikan oleh pihak termohon,” jelasnya.

Selama proses hukum sedang berjalan. Lanjut Adi, pihaknya sudah menunggu adanya upaya kasasi dari termohon jika memang merasa tidak puas dengan upaya eksekusi.

“Sebetulnya selama empat belas hari setelah isi putusan tinggi jawa barat kita menunggu termohon untuk melakukan upaya kasasi. Eksekusi ini, kami hanya melaksanakan apa yang sudah menjadi putusan hakim pengadilan dan atas dasar aturan undang-undang yang berlaku,” tandasnya.

Sementara itu. Edi wahono pemilik rumah yang juga suami tergugat dengan terpaksa dan penuh kekecewaan bersama keluarga lainya berkemas-kemas mengeluarkan barang-barang miliknya untuk mengosongkan rumah tersebut.

“Saya merasa kecewa dan tidak terima dengan hal ini,” ungkap Edi. (Rif/Jar)